Rupiah Melemah jadi Rp 17.790 per Dolar AS, Imbal Hasil Obligasi AS Membayangi

Image title
21 September 2026, 09:43
Petugas menunjukan mata uang rupiah (Rp) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (7/9/2026). Bank Indonesia mencatat pasokan uang beredar luas (M2) di Indonesia pada Juli 2026 sebesar Rp 10.371,1 triliun atau tumbuh sebesar 8,3 persen year on year
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr *** Local Caption ***
Petugas menunjukan mata uang rupiah (Rp) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (7/9/2026). Bank Indonesia mencatat pasokan uang beredar luas (M2) di Indonesia pada Juli 2026 sebesar Rp 10.371,1 triliun atau tumbuh sebesar 8,3 persen year on year (yoy), tumbuh melambat dari pada Juni 2026 sebesar 8,7 persen yoy dimana hal tersebut didorong oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (21/9). Merujuk Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.790 per dolar AS menguat 0,19% atau 33 poin.

Pantauan Katadata hingga pukul 09.22 rupiah menguat tipis berada di level Rp 17.788 per dolar AS naik 0,17% atau 30 poin. Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.758 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah melemah 0,03% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.753 per dolar AS. Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.

Tekanan datang dari kenaikan imbal hasil obligasi AS di tengah prospek kenaikan suku bunga The Fed. Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi AS memberikan tekanan terhadap rupiah menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan digelar Rabu.

“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah naiknya imbal hasil obligasi AS oleh prospek kenaikan suku bunga The Fed,” kata Lukman.

Selain itu ia juga menyebut pergerakan rupiah juga akan mencermati arah kebijakan moneter The Fed serta respons BI dalam RDG mendatang. Ekspektasi terhadap suku bunga AS dapat memengaruhi pergerakan imbal hasil obligasi dan aliran modal di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Ini memberikan tekanan pada BI menjelang RDG BI Rabu ini,” katanya.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp 17.700-Rp 17.850 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...