Rupiah Diproyeksi Melemah Hari Ini, Dolar AS dan Harga Minyak Jadi Sorotan
Nilai tukar rupiah diproyeksi melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan qKamis (24/9). Merujuk Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.865 per dolar AS melemah 0,26% atau 45 poin.
Pantauan Katadata hingga pukul 09.10 rupiah kian melemah berada di level Rp 17.899 per dolar AS naik 0,45% atau 81 poin. Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.818 per USD.
Mata uang Garuda tersebut naik 66 poin atau 0,37% dari posisi Rp 17.884 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali mendapat tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak menjadi sejumlah sentimen yang diperhatikan pelaku pasar.
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi dibuka melemah seiring penguatan dolar AS di tengah meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
“Rupiah diperkirakan dibuka melemah,” kata Lukman.
Selain kebijakan moneter AS, pergerakan harga minyak juga menjadi perhatian. Lukman mengatakan harga minyak kembali melonjak setelah Iran meragukan kemajuan dalam perundingan perdamaian.
Reuters sebelumnya melaporkan dolar AS masih mendapat dukungan dari ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sementara perkembangan konflik Iran turut memengaruhi pergerakan harga minyak.
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.800 hingga Rp 17.950 per dolar AS.
