Jurus Baru BCA Syariah (BBCA), Bakal Gandeng myBCA untuk Perluas Pembiayaan Emas

Karunia Putri
30 September 2026, 20:10
bca syariah, bbca, bca
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.
Pegawai memberikan edukasi literasi keuangan kepada pelajar nasabah tabungan pelajar BCA Syariah pada acara Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2023 di Jakarta, Senin (22/5/2023).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Entitas anak PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yaitu PT BCA Syariah menyiapkan strategi sederet untuk memperluas pembiayaan bisnis emas. Tahun depan, perseroan akan menggaet mobile banking BBCA yaitu myBCA untuk membuka saluran pembiayaan emas. Kolaborasi ini akan membuka jalan BCA Syariah untuk mendapatkan nasabah prioritas myBCA.

Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah Bukit Mas Siahaan mengatakan, saat ini perseroan tengah menyiapkan integrasi pembiayaan emas agar dapat diakses melalui myBCA. Selama ini, produk tersebut telah dipasarkan melalui kanal digital BCA Syariah dan belum tersedia di myBCA.

“Jadi nggak hanya di BCA Syariah, mobile banking kita, tapi ada juga di internal banking MyBCA,” kata Bukit dalam acara Kick Off BCA Syariah di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta Timur, Rabu (30/9).

Aksi ini ditargetkan akan dilaksanakan pada tahun depan. Dengan demikian, BCA Syariah akan mendapatkan nasabah prioritas myBCA untuk membeli produk pembiayaan emas.

Bukit mengatakan, pembiayaan emas menjadi salah satu produk yang menarik karena dapat menjadi instrumen investasi dengan memiliki proses pembelian yang relatif sederhana. 

Dia mengatakan, momen kenaikan harga emas sejak akhir 2025 hingga 2026 mendorong minat masyarakat terhadap produk tersebut. BCA Syariah kemudian menangkap peluang tersebut dengan memperluas akses pembiayaan melalui kanal digital, cabang serta berbagai program pemasaran.

Pembiayaan emas merupakan fasilitas yang diberikan bank kepada nasabah untuk memiliki emas dengan pembayaran secara bertahap sesuai tenor yang disepakati. Pembiayaan emas memungkinkan masyarakat memperoleh fasilitas cicilan atau pinjaman syariah untuk membeli atau mendapatkan emas fisik atau digital dengan kadar yang sama, yaitu 24 karat.

Bukit mencontohkan, pembiayaan memungkinkan masyarakat memperoleh emas dengan nilai lebih besar dibandingkan kemampuan pembelian secara tunai. Misalnya, dengan dana Rp 10 juta, nasabah hanya dapat membeli sekitar 4 gram emas jika seluruh transaksi dilakukan secara tunai.

Namun, melalui pembiayaan dengan uang muka, dana Rp 10 juta dapat digunakan sebagai uang muka untuk pembelian emas dengan nilai sekitar Rp 50 juta atau setara 50 gram, dengan asumsi harga emas sekitar Rp 2,5 juta per gram dan uang muka 10%.

Menurut Bukit, skema tersebut menjadi salah satu alasan pembiayaan emas diminati ketika harga emas sedang mengalami tren kenaikan. Masyarakat yang melihat peluang kenaikan harga emas dapat memperoleh eksposur terhadap emas dalam jumlah lebih besar dengan modal awal yang lebih kecil.

Selain itu, untuk memperbesar pembiayaan bisnis emas, BCA Syariah juga akan memperkuat sinergi dengan induknya, BBCA. BCA Syariah akan mulai bekerja sama dengan sejumlah Kantor Cabang Utama (KCU) BCA, khususnya cabang dengan segmen nasabah kelas atas.

Bukit mengatakan BCA Syariah akan menawarkan produk pembiayaan emas kepada nasabah prioritas BCA atau nasabah yang masuk dalam kategori “K1” di internal perusahaan.

Menurut dia, segmen tersebut memiliki potensi karena nasabah dengan kemampuan finansial lebih tinggi cenderung mengambil pembiayaan emas dengan gramasi yang lebih besar.

"Kita bersinergi dengan BCA untuk menggarap nasabah-nasabah yang ada di BCA. Peluangnya masih besar sekali. Kalau nanti masuk ke nasabah-nasabah kelas atas, mungkin akan lebih besar lagi," katanya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...