Danantara Belum Setor Dividen ke Negara, Dipakai untuk Bangun Proyek
Direktur Operasional Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara, Dony Oskaria, mengatakan belum ada rencana untuk menyetorkan dividen ke kas negara. Dony mengatakan Danantara masih berencana menggunakan sumber daya yang dikelola untuk membiayai berbagai proyek investasi, termasuk proyek hilirisasi dan penciptaan lapangan kerja.
"Sampai sejauh ini belum ada ya, saya rasa enggak. Danantara mau membangun banyak proyek hilirisasi dan membuka lapangan pekerjaan,” kata Dony di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (30/9).
Kepala Danantara Rosan Roeslani sebelumnya berencana membahas kembali skema pengelolaan dividen Danantara dengan Kementerian Keuangan. Rencana pembahasan ini menyusul pelantikan Suahasil Nazara sebagai menteri keuangan (menkeu) yang baru, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Rosan yang juga menjabat menteri investasi dan hilirisasi itu belum dapat memastikan apakah sebagian dividen Danantara memang akan disetorkan kepada Kementerian Keuangan untuk dialokasikan ke kas negara.
Dia menyampaikan, pembahasan dengan Kemenkeu akan berlangsung pada pekan ini. “Nanti kami akan bicara semua dengan Kementerian Keuangan, dengan Menkeu (Suahasil) pada minggu ini saya kira,” kata Rosan seusai menghadiri pelantikan Suahasil di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (14/9).
Pemerintah sebelumnya berencana untuk menarik Rp 120 triliun yang berasal dari keuntungan Danantara ke kas negara. Keterangan ini disampaikan mantan Menkeu Purbaya dalam acara ‘Sarasehan 100 Ekonom Indonesia’ di Jakarta, pada 3 September.
“Kami akan masukan ke PNBP (pendapatan negara bukan pajak) walaupun mereka (Danantara) masih protes, tapi perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto), sebagian keuntungan Danantara dijadikan cadangan anggaran pemerintah. Jadi kita aman, ruang fiskal tetap terjaga,” kata Purbaya saat itu.
Purbaya pada waktu itu juga mengatakan, penyerahan sebagian keuntungan Danantara itu merupakan keputusan Presiden Prabowo. Namun, ia belum mengetahui detail keuntungan yang menjadi sumber setoran dana itu. “Dari keuntungan (Danantara). Saya enggak tahu, yang janji kan Pak Rosan ke Bapak Presiden. Saya terima aja, kan enak,” ujar Purbaya.
Menurut mantan ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu, tambahan penerimaan tersebut juga dapat menjadi cadangan pemerintah untuk membiayai kebutuhan yang tidak terduga.
