BEI Siapkan 9 IPO, Sektor Energi hingga Bahan Baku Masuk Daftar Antri
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada sembilan perusahaan masuk dalam antrean penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Dari sembilan calon emiten tersebut, ada yang berasal dari sektor energi hingga bahan baku.
Berdasarkan data pipeline IPO BEI, tiga di antaranya merupakan perusahaan lighthouse atau perusahaan dengan aset jumbo di atas Rp 250 miliar. Sementara itu, empat perusahaan memiliki aset menengah yakni berkisar Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Dua perusahaan lainnya masuk kategori aset kecil yakni di bawah Rp 50 miliar.
Berdasarkan sektor usaha, calon emiten terbanyak masih berasal dari sektor kesehatan (healthcare), yakni empat perusahaan. Sektor energi menyusul dengan dua perusahaan. Adapun sektor bahan baku (basic materials), keuangan (financials) dan industri (industrials) masing-masing memiliki satu calon emiten.
Sementara itu, belum ada perusahaan dari sektor barang konsumen primer (consumer non-cyclicals), barang konsumen nonprimer (consumer cyclicals), infrastruktur, properti dan real estat, teknologi, serta transportasi dan logistik yang masuk dalam pipeline IPO.
Daftar rincian sektor calon perusahaan IPO:
- 1 perusahaan dari sektor bahan baku
- 0 perusahaan dari sektor barang konsumen non primer
- 0 perusahaan dari sektor barang konsumen primer)
- 2 perusahaan dari sektor energi
- 1 perusahaan dari sektor keuangan
- 4 perusahaan dari sektor kesehatan
- 1 perusahaan dari sektor industri
- 0 perusahaan dari sektor infrastruktur
- 0 perusahaan dari sektor properti dan real estate
- 0 perusahaan dari sektor teknologi
BEI mencatat baru terdapat tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di BEI sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut masih jauh dari target bursa yang membidik 50 perusahaan melantai di pasar modal pada 2026.
“Sampai dengan 9 Oktober 2026 telah tercatat tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp 2,16 triliun,” demikian seperti dikutip dari data pipeline IPO BEI, Sabtu (10/10).
Di sisi lain, untuk aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue, bursa mencatat 15 perusahaan telah merealisasikannya hingga 9 Oktober 2026. Total dana yang dihimpun melalui aksi korporasi tersebut mencapai Rp 16,23 triliun.
BEI juga masih mencatat satu perusahaan dalam pipeline rights issue. Perusahaan tersebut berasal dari sektor properti dan real estat (properties & real estate).
