Rupiah Tertekan Pagi Ini, Nilai Tukar Tembus Level 18,024 per Dolar Amerika

Ade Rosman
16 Oktober 2026, 09:25
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Bank Indonesia tetap memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen agar tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Bank Indonesia tetap memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen agar tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah pada Jumat (16/10) pagi. Merujuk data spot Bloomberg, rupiah berada di level 18.024 per dolar AS.  

Nilai tukar rupiah pagi ini melemah 86 poin atau sekitar 0,48% dari penutupan sebelumnya yang mana berada di angka 17,938 per dolar AS.  Analis Doo Financial, Lukman Leong berpandangan, pelemahan ini lantaran melonjaknya harga minyak yang terdampak kembali memanasnya situasi geopolitik. 

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi di timteng yang kembali melonjakan harga minyak mentah dunia,” Kata Lukman, saat dihubungi, Jumat (16/10).

Sementara dari faktor domestik, ia menyebut pelemahan rupiah ini efek dari outflow asing di pasar ekuitas juga masih terus membebani rupiah. 

Di sisi lain, Lembaga pengelola indeks global MSCI tengah mempertimbangkan menurunkan status pasar modal Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) ke pasar mandiri (standalone market) imbas kekhawatiran yang terus berlanjut terkait kelayakan investasi (investability) dan tata kelola pasar saham di Indonesia. 

Merujuk laporan Reuters, MSCI telah membuka konsultasi mengenai usulan penurunan status ini setelah sebelumnya mengeluarkan peringatan pada bulan Juni bahwa Indonesia dapat menghadapi reklasifikasi jika masalah aksesibilitas pasar terus berlanjut. 

MSCI menyampaikan, para investor telah menyuarakan kekhawatiran mengenai struktur kepemilikan yang tidak transparan, konsentrasi kepemilikan saham, serta dugaan perdagangan terkoordinasi hal-hal yang dinilai mengikis kelayakan investasi di pasar tersebut.

“Oleh karena itu, MSCI menganggap klasifikasi berkelanjutan Indonesia sebagai Emerging Market tidak lagi sesuai dan membuka konsultasi mengenai usulan untuk mereklasifikasi Indonesia sebagai Standalone Market,” kata MSCI dikutip dari Reuters, Jumat (16/10). 

Konsultasi atas usulan reklasifikasi akan berlangsung hingga 30 April 2027. Adapun keputusan final dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...