Wall Street Menguat, Investor Tunggu Hasil The Fed dan Kinerja Raksasa Teknologi

Image title
28 Oktober 2026, 06:14
Ilustrasi - Bursa Wall Street. ANTARA/Reuters/Mike Segar
Antara
Ilustrasi - Bursa Wall Street. ANTARA/Reuters/Mike Segar
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan terbaru. Indeks S&P 500 naik 0,60% atau 45,9 poin ke level 7.722,67. Indeks Dow Jones Industrial Average juga menguat tipis 0,03% atau 16,82 poin ke level 52.378,4.

Penguatan pasar saham ditopang reli saham-saham teknologi menjelang rilis laporan keuangan sejumlah raksasa industri pekan ini. Para investor juga mencermati keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di tengah ekspektasi bahwa bank sentral AS tersebut akan mempertahankan suku bunga acuannya. 

Merujuk pemberitaan Bloomberg, antusiasme baru terhadap kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mendorong indeks saham produsen cip yang banyak dipantau investor melonjak 3,6%. Sementara itu, indeks Nasdaq 100 menguat 1,3%.

Sejumlah saham perusahaan besar turut menjadi sorotan. Penawaran saham Meta Platforms senilai US$25 miliar mengalami kelebihan permintaan hingga lima kali lipat. Oracle juga memperluas kemitraannya dengan OpenAI untuk pengembangan AI.

Saham United Parcel Service (UPS) menguat setelah perusahaan menyampaikan proyeksi kinerja yang solid. Sebaliknya, saham Boeing anjlok 11% setelah perusahaan memangkas target pengiriman pesawatnya.

Tiga perusahaan teknologi terbesar, yakni Alphabet, Microsoft, dan Amazon, dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini. Ketiganya diperkirakan masih mencatat pertumbuhan kinerja yang solid.

Namun, investor Wall Street akan mencermati besarnya belanja AI yang dikeluarkan perusahaan serta kapan investasi tersebut dapat memberikan hasil yang signifikan. Chris Brigati dari SWBC menilai investor kini semakin selektif dalam menilai prospek pertumbuhan perusahaan teknologi besar.

“Periode ketika kenaikan pasar mampu mengangkat semua saham mulai bergeser,” ujarnya.

Menurut dia, ekspektasi investor kini lebih berfokus pada risiko pelaksanaan strategi perusahaan dan seberapa besar potensi keberhasilan masa depan yang telah tercermin dalam harga saham saat ini.

Di luar pasar saham, harga minyak mentah Brent ditutup di bawah US$114 per barel dalam perdagangan yang bergejolak. Investor mencermati berbagai upaya untuk meredakan ketegangan di kawasan Teluk Persia. Sementara itu, harga obligasi relatif tidak berubah dan dolar AS menguat.

Pelaku pasar juga menanti keputusan suku bunga The Fed pada Rabu. Bank sentral AS tersebut diperkirakan mempertahankan suku bunga untuk sementara waktu sembari menunggu perkembangan ekonomi sebelum mengambil keputusan lanjutan.

Ketua The Fed Kevin Warsh diperkirakan menghadapi tantangan saat menyampaikan konferensi pers setelah rapat. Warsh selama ini enggan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Ia kemungkinan tidak akan memberikan banyak sinyal mengenai keputusan pada Desember. Namun, Warsh juga diperkirakan berhati-hati agar pernyataannya tidak mengubah ekspektasi pasar yang saat ini memperkirakan kenaikan suku bunga pada bulan tersebut.

Jerry Tempelman dari Mutual of America Capital Management menilai data ekonomi secara keseluruhan tidak memberikan alasan kuat bagi The Fed untuk menunda pengetatan kebijakan moneter.

Meski demikian, karena The Fed telah memberi sinyal akan menunggu hingga Desember, bank sentral tersebut dinilai memiliki ruang gerak yang lebih terbatas. Oleh karena itu, kenaikan suku bunga pada rapat Rabu berpotensi mengejutkan pasar.

James McCann dari Edward Jones memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun, diikuti satu kenaikan tambahan pada 2027.

“Kami memperkirakan kenaikan suku bunga pada akhir tahun kemungkinan terjadi, dengan satu kenaikan suku bunga tambahan pada 2027, seiring bank sentral berupaya mengendalikan inflasi dan menahan potensi percepatan pertumbuhan ekonomi,” kata McCann.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...