Alasan Warren Buffett Menyebut Bursa Saham Mirip dengan Judi Kasino
Warren Buffett menilai proses investasi oleh investor ritel di lantai bursa saat ini semakin mirip dengan berjudi di kasino. Investor legendaris tersebut menyebut karakter investor dalam berinvestasi kini telah beralih dari melakukan riset menjadi hanya membeli saham populer.
Dilansir dari CNBC, Buffett yang saat itu masih menjadi Ketua Umum Berkshire Hathaway mengatakan perubahan karakter investor tersebut didorong oleh otoritas bursa, secara spesifik Wall Street. Sebab, Wall Street dinilai tidak akan mendapatkan keuntungan jika tidak ada perdagangan oleh para investor.
"Wall Street akan mendapatkan lebih banyak uang saat investor berjudi dibandingkan saat investor berinvestasi," kata Buffett dalam Rapat Umum Pemegang Saham Berkshire Hathaway pada 30 April 2026.
Buffett menilai emiten saat ini telah menjadi cip yang dipertaruhkan bagi spekulator di lantai bursa. Menurutnya, hal tersebut tercermin dari meningkatnya penggunaan opsi beli oleh para broker.
Berdasarkan Pluang, opsi beli adalah kontrak yang membeli sejumlah saham tertentu dengan harga tertentu dengan jangka waktu tertentu. Mekanisme tersebut adalah salah satu aksi dagang dalam pasar derivatif.
Dilansir dari Investopedia, mayoritas investor daring di Amerika Serikat kehilangan uang lebih banyak dari penjudi di kasino, yakni antara 70% sampai 90% dari modal awal.
Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah kemiripan antara penjudi dan investor daring: berkurangnya waktu menahan emiten, pemeriksaan harga saham yang kompulsif, dan meningkatnya pemain bursa harian yang mencari pertolongan di klinik perawatan adiksi judi.
Buffett menilai broker memiliki pendapatan lebih tinggi dari pertaruhan opsi beli dibandingkan investasi konvensional. Namun Buffett mengatakan kondisi tersebut menjadi peluang bagi perusahaannya dalam membeli saham.
Buffett menyampaikan Berkshire telah mengucurkan US$ 41 miliar atau sekitar Rp 735,78 triliun pada kuartal pertama tahun ini. Sebanyak US$ 7 miliar atau sekitar Rp 125,62 triliun digunakan untuk meningkatkan kepemilikan dalam perusahaan minyak asal Amerika Serikat Occidental menjadi lebih dari 14%.
Dia menekankan kekayaan yang berkelanjutan berasal dari proses identifikasi perusahaan berkualitas di pasar bursa. Namun Buffett menyarankan investor ritel untuk tidak langsung membeli saham emiten tersebut.
Investor berusia 96 tahun itu mengatakan perusahaannya telah diuntungkan dari beberapa keputusan baik. Karena itu, Buffett mendorong investor untuk membeli perusahaan terbaik di sebuah sektor memiliki harga saham di bawah nilai fundamentalnya, namun tidak langsung menjual saham tersebut.
Wakil Ketua Umum Berkshire Hathaway Charlie Munger menilai lantai bursa saat ini sangat dipengaruhi oleh suasana hati, bukan riset. Sebab, para investor yang tidak mengetahui apapun tentang pasar bursa mendapatkan nasehat oleh broker yang lebih tidak mengetahui soal perdagangan bursa.
"Ini situasi yang sangat gila. Saya berpikir tidak ada negara bijak yang menginginkan hasil ini. Kenapa ada negara yang menginginkan perusahaannya diperdagangkan dalam kasino?" kata Munger.

