PP Presisi Bukukan Laba Rp 146,8 Miliar di 2021, Naik 26,7%

Cahya Puteri Abdi Rabbi
11 Maret 2022, 10:17
PP Presisi Bukukan Laba Rp 146,8 Miliar di 2021, Naik 26,7%
Antara
Direktur Utama PT PP Presisi Tbk Iswanto Amperawan (kiri), didampingi Direktur Keuangan Benny Pidakso, bersiap memberi keterangan tentang kinerja keuangan Persero kepada wartawan, di Jakarta, Senin (5/2). PT PP Presisi Tbk (PPRE), perusahaan konstruksi terintegrasi berbasis alat berat, mengestimasikan pendapatan konsolidasi periode 2017 per 31 Desember, meningkat 389% menjadi sebesar Rp1,8 triliun.

PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan laba sebesar Rp 146,8 miliar untuk tahun buku 2021. Angka tersebut naik 26,7% dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp 115,8 miliar. Adapun, pencapaian tersebut dikontribusikan oleh peningkatan pendapatan sebesar 20,1% menjadi Rp 2,8 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,3 triliun.

Direktur Utama PPRE, Rully Noviandar mengatakan, perolehan pendapatan masih dikontribusi dari lini bisnis konstruksi sebesar 66% yang sebagian besar berasal dari penyelesaian dan progress proyek-proyek infrastruktur seperti Bendungan Way Sekampung, Sirkuit Mandalika, Patimban Port, Kawasan Industri Batang, Rehabilitasi Jalan Pamanukan – Palimanan, dan PLTU Sulut Site Development.

Advertisement

Selain itu, terdapat juga proyek Jalan Tol Semarang Demak, Pembangunan Jalan Lintas Selatan Lot 6 dan Lot 7, Pembangunan Stadion Sport Center Banten, Pembangunan Jalan Tol Indrapura Kisaran, Tol Cinere Jagorawi Seksi 3, Bendungan Leuwikeris, Site Development PLTU Timor, Bendungan Manikin dan Bandara Sentani.

"Sedangkan untuk lini bisnis jasa pertambangan memberikan kontribusi sebesar 16%, meningkat 1% dari tahun sebelumnya. Pendapatan tersebut berasal dari progress proyek Hauling Road Upgrading Weda Bay Nickel, Hauling Services Weda Bay Nickel serta Pekerjaan Jasa Tambang Nikel Morowali," kata Rully dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (11/3).

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan HCM Benny Pidakso mengatakan, perseroan juga mendapatkan laba hasil joint venture dalam proyek pembangunan bandara Dhoho, Kediri, di mana Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) menjadi kontraktor utama sekaligus lead of consortium sebesar Rp 79,7 miliar. Jumlah itu meningkat 55,1% dari sebelumnya Rp 51,4 miliar. 

Ia menjelaskan, seiring dengan peningkatan pendapatan dan juga kontribusi laba joint venture tersebut, EBITDA perseroan dibukukan meningkat menjadi Rp 936,9 miliar dari sebelumnya Rp 907,4 miliar. Kemudian, operating cash flow juga mengalami peningkatan, dengan dibukukannya cash flow operasi positif sebesar Rp 248,9 miliar atau meningkat 3,49% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 240,5 miliar.

Dengan demikian, posisi keuangan mengalami penguatan dengan adanya peningkatan total aset sebesar 3,9% dari Rp 6,77 triliun menjadi Rp 7,03 triliun. Total utang juga mengalami peningkatan sebesar 10,2% dari Rp 2 triliun menjadi Rp 2,2 triliun.

Halaman:
Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement