PGN Bagikan Dividen Rp 3,01 Triliun, Setara 67% dari Laba 2021
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), membagikan dividen tunai senilai US$ 205,95 juta atau setara Rp 3,01 triliun untuk tahun buku 2021. Pembagian dividen tersebut disepakati berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 27 Mei 2022.
Sepanjang tahun 2021, perusahaan membukukan laba bersih senilai US$ 303,8 juta. Kinerja subholding gas Pertamina ini membalikkan kinerja pada 2020 yang mencatatkan kerugian US$ 264,7 juta. Adapun, sisa laba bersih ditetapkan sebagai saldo laba untuk mendukung ekspansi perusahaan.
Besaran nilai dividen yang dibagikan setara 67,78% dari perolehan laba tahun buku 2021. Nantinya, setiap pemegang saham yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan berhak memperoleh dividen senilai Rp 124,42 per saham.
Tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan pada 7 Juni 2022. Tanggal ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 8 Juni 2022. Adapun, tanggal cum dividen di pasar tunai pada 9 Juni dan ex dividen di pasar tunai pada 10 Juni 2022.
"Tanggal pembayaran dividen dijadwalkan pada 29 Juni 2022," kata Sekretaris PGN, Rachmat Hutama, dalam keterangannya di keterbukaan informasi BEI, Selasa (31/5).
Direktur Utama PGN Haryo Yunianto mengatakan capaian kinerja ini salah satunya diperoleh dari peningkatan volume distribusi gas dan penambahan jumlah pelanggan.
“Alhamdulilah, di tahun yang masih penuh tantangan akibat pandemi Covid-19, PGN berhasil menjaga kinerja positif di tahun 2021,” kata Direktur Utama PGN, Haryo Yunianto dalam keterangan tertulis, Selasa (15/3).
PGN membukukan pendapatan sebesar US$ 3,04 miliar di sepanjang 2021, dengan laba operasi sebesar US$ 420,32 juta. Subholding gas Pertamina ini juga mencatatkan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar US$ 855 juta.
Haryo membeberkan bahwa pada periode Januari hingga Desember 2021, volume distribusi gas PGN meningkat menjadi 871 BBTUD dibandingkan periode sebelumnya 828 BBTUD.
Sedangkan untuk volume transmisi selama tahun 2021 sebesar 1.352 MMSCFD. Selain itu, juga terdapat peningkatan untuk pengaliran gas ke pembangkit listrik melalui pemanfaatan Kontrak TUA FSRU Lampung sebesar 29 BBTUD. Alhasil, total gas yang disalurkan melalui skema niaga gas dan TUA sejumlah 900 BBTUD.
