Beli 0,02% Saham Perseroan, Direktur GOTO Jacky Lo Bisa Untung Rp 29 M
Direktur PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Wei-Jye Jacky Lo memborong 312,85 juta saham perusahaan dengan nilai Rp 625,71 juta. Transaksi dilaksanakan pada 15 Desember 2022 di harga Rp 2 per saham.
“Tujuan dari transaksi dalam rangka pelaksanaan ESOP (employee stock ownership plan),” ungkapnya dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (10/1).
Pada penutupan perdagangan Selasa (10/1) saham GOTO ditutup menguat 2,15% menjadi Rp 95 per saham. Dengan demikian, ada potensi cuan sebesar Rp 29,09 miliar.
Itu dengan kalkulasi Jacky Lo merealisasikan keuntungan pada harga Rp 95 per lembar. Dengan menjual pada harga Rp 95, Jacky Lo bisa mendapat dana segar Rp 29,72 miliar, lalu dikurangi harga pembelian Rp 625,71 juta.
Sebelum transaksi, direktur berkewarganegaraan Amerika Serikat itu tak memiliki saham GOTO. Kini setelah transaksi, Jacky Lo menggenggam 312,85 juta saham atau setara 0,02%. “Status kepemilikan saham langsung,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur GOTO Melissa Siska Juminto menjelaskan, tidak ada penjualan saham GoTo di harga sebesar Rp 2 di BEI. Adapun harga Rp 2 per saham adalah harga yang memang harus dibayarkan oleh karyawan GOTO ke perusahaan untuk dapat memiliki saham perusahaan.
“Harga Rp 2 yang disebut merupakan strike price atau harga pelaksanaan yang harus dibayarkan oleh peserta program ESOP untuk membeli saham yang menjadi haknya berdasarkan opsi saham yang mereka dapatkan,” ujarnya.
Manajemen GOTO juga menegaskan bahwa tidak ada penjualan saham seharga Rp 2 di pasar. “Kami ingin mengklarifikasi bahwa tidak ada peserta program ESOP atau program opsi saham karyawan yang menjual saham yang dimilikinya ke pasar dengan harga Rp 2,” kata Melissa.
Dalam paparan publik insidentil pada 8 Desember 2022, dia pun mengatakan bahwa program ESOP GOTO berkaitan dengan kinerja individu dan perusahaan dan sudah pernah disampaikan sebelumnya di prospektus perusahaan saat GoTo melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham.
Di dalam prospektus tersebut, tertera bahwa karyawan yang berhak memiliki opsi saham dapat menebusnya setelah masa periode penguncian saham atau lock-up selesai terhitung mulai dari 1 Desember 2022.
