Indosat Jual 997 Menara Telekomunikasi ke Mitratel Rp 1,64 Triliun

 Zahwa Madjid
16 Februari 2023, 11:37
Indosat Jual 997 Menara Telekomunikasi ke Mitratel Rp 1,64 Triliun
ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Pekerja melakukan perawatan jaringan di salah satu menara Base Transceiver Station (BTS) di kawasan Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang, Jawa Timur, Kamis (11/7/2019). Dari data Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (Aspimtel) industri telekomunikasi diperkirakan masih membutuhkan sekira 550.000 base transceiver station (BTS) baru hingga 2022 seiring dengan naiknya penggunaan Internet.

Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) akan menjual 997 menara telekomunikasi kepada PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL).

Sekretaris Perusahaan Indosat Reski Damayanti menjelaskan, perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (PJBB) dengan Mitratel pada 15 Februari 2023.

Dalam perjanjian ini Indosat akan menjual kepada anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut, 997 lokasi menara dengan total nilai Rp 1,64 triliun.

“Perseroan dan Mitratel akan menandatangani akta pengalihan untuk pengalihan lokasi menara tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Kamis (16/2).

Indosat pun juga menandatangani perjanjian sewa dengan Mitratel. Dalam perjanjian ini Indosat akan menyewa kembali 983 lokasi menara dari Mitratel dengan nilai Rp 138,60 miliar per tahun untuk 10 tahun masa sewa yang tunduk pada indeksasi tahunan inflasi.

“Rencana transaksi sewa akan bergantung kepada penyelesaian rencana transaksi penjualan,” kata Reski.

Indosat juga sudah menandatangani PJBB dengan dhost. Indosat bakal menjual kepada dhost 633 infrastruktur indoor dengan total nilai Rp 480 miliar.

“Perseroan dan dhost akan menandatangani akta pengalihan untuk pengalihan infrastruktur indoor tersebut setelah syarat-syarat pendahuluan sebagaimana disebutkan di PJBB terpenuhi,” ucap Reski.

Lebih lanjut Indosat telah meneken perjanjian sewa di mana Indosat akan menyewa kembali 544 infrastrukur indoor dari dhost dengan nilai Rp 125,39 miliar per tahun untuk 10 tahun masa sewa yang tunduk pada indeksasi tahunan inflasi.

“Rencana transaksi sewa akan bergantung kepada penyelesaian rencana transaksi penjualan,” kata Reski.

Sebagai informasi, ISAT mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 48,9% menjadi Rp 46,7 triliun sepanjang tahun 2022. Sebelumnya pada tahun 2021, perseroan mencatatkan pendapatan Rp 31,3 triliun. 

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,72 triliun. Melalui laporan laba tersebut didapat hasil capaian pelanggan seluler perusahaan yang meningkat dari 62,5% menjadi 102,2 juta dengan pertumbuhan lalu lintas data sebesar 91,8% di tahun 2022. 

Pertumbuhan ini berkontribusi pada kenaikan pendapatan data sebesar 61,3% dibanding tahun sebelumnya. Adapun EBITDA tercatat sebesar Rp 19,46 triliun atau naik sebesar 40,2%, dengan margin EBITDA tercatat sebesar 41,6% pada 2022.

Reporter: Zahwa Madjid
Editor: Lona Olavia

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...