Lima Venture Capital BUMN Himpun Dana Rp 4,3 Triliun

Patricia Yashinta Desy Abigail
4 September 2023, 13:48
Lima Venture Capital BUMN Himpun Dana Rp 4,3 Triliun
Katadata/Desy Setyowati
Ilustrasi startup ekonomi digital

Lima corporate venture capital (CVC) dari Badan Usaha Milik Negara atau BUMN menghimpun dana kelola awal untuk Merah Putih Fund (MPF) yang berfokus pada para soonicorns sebesar US$ 300 juta atau setara Rp 4,3 triliun.

Hal ini merupakan langkah strategis dan bersejarah dalam mendukung perkembangan teknologi dan industri modal ventura di Indonesia. Lima CVC dari BUMN tersebut terdiri dari Mandiri Capital Indonesia, MDI Ventures dari Telkom Group, BRI Ventures, Telkomsel Mitra Inovasi (TMI), dan BNI Ventures.

Ketua PMO Merah Putih Fund sekaligus CEO BNI Ventures Eddi Danusaputro mengatakan, MPF memberikan alternatif pendanaan startup atau perusahaan rintisan pada tahap akhir. Terutama bagi startup yang siap melakukan ekspansi sebelum mencapai valuasi miliaran dolar atau startup growth stage dengan valuasi melebihi US$ 100 juta.

Selain itu, MPF memiliki tiga kriteria utama yang wajib dipenuhi. Tiga kriteria itu yaitu, seluruh tim pendiri merupakan warga negara Indonesia, kehadiran operasional yang signifikan di Indonesia, dan memiliki rencana initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Mungkin hingga membuka potensi merger dan akuisisi dengan swasta nasional,” kata Eddi dalam konferensi pers perjanjian partisipasi Merah Putih Fund (MPF), Senin (4/9).

Pada kesempatan yang sama, CEO MDI Ventures Donald Wihardja menyampaikan, kehadiran MPF menekankan pada peran strategis dalam menjembatani antara startup dengan korporasi melalui kegiatan sinergi. Khususnya dengan ekosistem bisnis terbesar di Indonesia yaitu ekosistem BUMN.

Sebagai investor aktif, MPF mendorong proses penciptaan nilai melalui pengembangan bisnis pada investee. Hal ini menjadikan MPF juga memiliki peran penting untuk mendorong percepatan digital dan menciptakan lingkungan investasi yang lebih kondusif di Indonesia.

"Seiring dengan berjalannya pendanaan ini, investor strategis dan BUMN tambahan diperkirakan akan bergabung pada penutupan kedua, diikuti dengan penutupan ketiga yang akan membuka pintu bagi partisipasi sektor swasta," kata Donald.

CIO MCI Dennis Pratistha menyebut, MPF berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Kementerian BUMN, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Amvesindo, Badan Pemeriksa Keuangan dan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun).

Secara khusus, MPF menjalin kerja sama pendampingan hukum dengan Jamdatun terkait pengelolaan aset BUMN, dalam hal ini Dana Ventura Merah Putih Fund. 

Sebagai informasi, Merah Putih Fund merupakan inisiatif strategis dari lembaga pendanaan gabungan BUMN untuk perusahaan rintisan (startup). MPF berhasil mendapatkan izin dari OJK pada tanggal 18 Juli 2022.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
Editor: Lona Olavia

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...