Laba Produsen Fiesta CPRO Meningkat 13%, Aset Tembus Rp 7,04 Triliun
PT Central Protenia Prima Tbk (CPRO) menorehkan laba bersih pada kuartal ketiga tahun ini menjadi Rp 321,43 miliar. Raihan emiten budidaya udang dan ikan yang juga merupakan produsen Fiesta itu meningkat 13% dari perolehan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 285,48 miliar. Laba per saham ikut meningkat dari Rp 4,8 menjadi Rp 5,4 per lembar.
Kenaikan laba seiring penjualan yang juga tumbuh 10% menjadi Rp 6,76 triliun dari sebelumnya Rp Rp 6,17 triliun. Demikian dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin (6/11).
Total aset juga bertambah sekitar Rp 210 miliar menjadi Rp 7,04 triliun dari akhir tahun lalu Rp 6,83 triliun. Perseroan juga berhasil mengurangi beban hutang panjang yang cukup signifikan dari Rp 756,54 miliar menjadi Rp 428,75 miliar. Sehingga ekuitas perseroan melonjak menjadi Rp 3,50 triliun dari sebelumnya Rp 3,18 triliun atau bertambah sekitar Rp 320 miliar.
Sebelumnya diinformasikan bahwa CPRO bersiap untuk menggenjot produksi pengolahan pakan di Kendal, Jawa Tengah. Pembangunan pabrik ini sudah dibangun dengan total investasi Rp 235 miliar dari total belanja modal atau capex yang disiapkan hampir Rp 400 miliar.
“Pembangunan pabrik pakan ini diperkirakan akan membutuhkan biaya sebesar Rp 365 miliar, Rp 235 miliar pada 2023 dan sisanya dilanjutkan untuk tahun depan, dengan kondisi nilai tukar saat ini,” kata Direktur Utama PT Central Protenia Prima Tbk Hendri Laiman dalam paparan publik, Selasa (27/6).
Adapun CPRO baru saja meresmikan pabrik pada Oktober tahun lalu dan mulai beroperasi tahun ini. Saat ini, pabrik makanan olahan Kendal tersebut memproduksi 600 ton per bulan dan akan ditingkatkan produksinya hingga 1.000 ton per bulan.
Pabrik tersebut fokus untuk mengolah makanan beku berbasis boga bahari dengan merek Fiesta Seafood dan Shifudo. Pabrik Kendal ini berdiri di lahan 2,2 hektare dengan kapasitas mencapai 1.000 ton per bulan.
Pada pengembangan utilitas, capex yang disiapkan untuk pabrik ini sekitar Rp 20 miliar. Hal itu disebut Hendri untuk mengimbangi permintaan pasar yang saat ini sangat antusias.
Saat ini, CPRO memiliki beberapa pabrik dengan total kapasitas produksi mencapai 900.000 ton per tahun. Rinciannya adalah pabrik pakan saat ini 80% sementara pabrik pengolahan makanan beku saat ini sekitar 60%.
Sebagai informasi PT Central Proteina Prima Tbk ada di Indonesia sejak 30 April 1980. Kegiatan usaha perusahaan meliputi produksi dan perdagangan pakan udang, pakan ikan dan pakan ternak lainnya serta penyertaan saham pada perusahan-perusahaan lain. Perusahaan memiliki dan mengoperasikan beberapa pabrik pakan yang berada di Cikampek, Surabaya, Sidoarjo, Medan dan Lampung, dan pabrik pengolahan makanan di Lampung dan Kendal.
