Bos Indodax Ungkap Peluang IPO Saat Nasabah Capai 9 Juta, Bersiap Susul COIN?
Platform jual beli bitcoin dan aset kripto Indodax mencatatkan jumlah nasabah mencapai 9 juta orang hingga Agustus 2025. Chief Executive Officer (CEO) Indodax, William Sutanto, mengatakan pertumbuhan ini merupakan bentuk makin besarnya minat investor bitcoin dan aset kripto lain seperti BTC, Dogecoin, dan Ethereum di Tanah Air.
Di sisi lain, perkembangan nasabah Indodax memunculkan rasa penasaran di kalangan investor tentang aksi korporasi yang mungkin dilakukan manajemen. Terlebih saat ini sudah ada PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) yang juga bergerak di bidang jual beli aset kripto sudah listing di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).
Akankah Indodax mengikuti jejak COIN dan menggelar IPO di BEI? Menanggapi hal ini, William mengatakan saat ini Indodax masih masih melakukan diskusi di internal perusahaan ihwal rencana melantai di BEI.
“Tapi belum ada pembicaraan yang sangat serius bahwa kami akan melakukan IPO, kalau kami melakukan (IPO) pasti kami kasih tahu,” kata William ketika ditemui wartawan di Tabanan, Bali, Kamis (21/8).
Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya melaporkan hingga saat ini terdapat total 8 calon emiten yang antre untuk mencatatkan perdana sahamnya atau initial public offering (IPO). Dari 8 emiten itu, salah satunya ada dari sektor finansial.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat empat perusahaan dalam pipeline tergolong skala menengah dengan aset antara Rp 50 miliar sampai dengan Rp 250 miliar.
Lalu terdapat empat perusahaan aset skala besar atau aset diatas Rp 250 miliar. Sedangkan perusahaan skala kecil atau aset di bawah Rp 50 miliar tak ada dalam pipeline.
"Sampai dengan 15 Agustus 2025 telah tercatat 22 Perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp 10,39 triliun," tulis Nyoman dalam laporannya, dikutip Selasa (18/8).
Berikut jumlah emiten yang tengah mengantre IPO berdasarkan sektornya:
- 2 perusahaan dari sektor material dasar
- 1 perusahaan dari sektor konsumer non siklikal
- 1 perusahaan dari sektor finansial
- 2 perusahaan dari sektor industri
- 1 perusahaan dari sektor teknologi
- 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik
Di sisi lain, seiring dengan perkembangan aktivitas aset kripto di Indonesia, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jumlah konsumen pedagang aset kripto meningkat, yaitu mencapai 15,85 juta konsumen pada posisi Juni 2025, naik 5,18% dibandingkan posisi Mei 2025 yang tercatat sebanyak 15,07 juta konsumen.
Nilai transaksi aset kripto selama bulan Juni 2025 tercatat Rp 32,31 triliun atau merosot 34,82% dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp 49,57 triliun. Sehingga total nilai transaksi aset kripto di sepanjang tahun 2025 year to date (ytd) telah tercatat senilai Rp 224,11 triliun.
