Cara Dapat Promo BCA KPR Bunga 1,65%, Kredit Motor DP Rp 800 Ribu, Cek Jadwalnya
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menawarkan sejumlah keringanan kredit kepada para nasabah lewat pergelaran BCA Expo yang tengah digelar dalam dua tahap.
BCA Expo 2025 digelar secara offline pada 22–24 Agustus 2025 di ICE BSD serta online melalui expo.bca.co.id mulai 22 Agustus hingga 30 September 2025. Demi memperluas jangkauan, BCA menggelar expo ini di enam kota besar lainnya, yakni Bali, Surabaya, Medan, Malang, Semarang, dan Bandung.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menjelaskan BCA Expo 2025 merupakan salah satu langkah perusahaan dalam menghadirkan promo menarik sekaligus menyediakan layanan perbankan yang lengkap bagi nasabah dan masyarakat
Selama Expo terdapat promo Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan suku bunga mulai 1,65% eff. p.a. fixed selama 1 tahun serta diskon provisi hingga 50%. Selain itu, BCA juga memberikan promo Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dengan bunga mulai 1,65% flat p.a. tenor 1 tahun untuk pembelian mobil baru passenger car.
Adapun untuk Kredit Sepeda Motor (KSM), tersedia penawaran uang muka mulai Rp 800 ribu dengan bunga flat mulai 8% per tahun.
“Acara ini khusus kami hadirkan sebagai one-stop event, untuk memfasilitasi nasabah dalam memperoleh solusi pembiayaan dengan beragam pilihan suku bunga, penawaran menarik, solusi digital inovatif, serta beragam promo spesial dari mitra,” ucap Hendra dalam rilisnya, Senin (25/8).
Serangkaian kemudahan kredit ditawarkan BCA usai Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5% pada Agustus 2025. Keputusan pemangkasan berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar pada 19-20 Agustus 2025.
Penurunan 25 bps juga diberlakukan untuk suku bunga deposit facility menjadi 4,25% dan suku bunga lending facility menjadi 5,75%. Keputusan ini menandai pemangkasan keempat sejak awal 2025. Rincian pemangkasan itu antara lain pada Januari 2025, Mei 2025, Juli 2025, dan Agustus 2025, dengan masing-masing pemotongan 25 bps.
“Arah penurunan suku bunga BI-Rate selalu didasarkan pertama pada proyeksi inflasi dua tahun ke depan, khususnya inflasi inti,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers daring yang diberitakan Katadata, Rabu (20/8/2025).
Ia optimistis inflasi inti pada 2025 dan 2026 akan tetap rendah, yakni sekitar 2,5%. Menurutnya, kondisi ini memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk terus menurunkan suku bunga.
Selain inflasi, BI juga mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi. Perry menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan berada di atas titik tengah kisaran 4,6%-5,4%.
“Artinya, kapasitas perekonomian masih lebih besar dari permintaan. Karena itu kami sudah menurunkan suku bunga empat kali dan kami akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga lebih lanjut,” ujarnya.
