Bos BTN: Bank Syariah Nasional Kantongi Modal Rp 6,5 T, Aset Bisa Tembus Rp 70 T

Nur Hana Putri Nabila
19 September 2025, 18:51
BTN
Katadata/Fauza Syahputra
Direktur Utama Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu (ketiga kanan) bersama Wakil Direktur Utama Bank BTN Oni Febriarto Rahardjo (kedua kanan), Komisaris Utama/Independen Bank BTN Chandra M. Hamzah (ketiga kiri), Wakil Komisaris Utama/Independen Bank BTN Iqbal Latanro (kedua kiri) mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Menara BTN, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten pelat merah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) bakal mengguyur modal ke anak usaha syariah (UUS) BTN Syariah atau kini namanya menjadi Bank Syariah Nasional (BSN) sebesar Rp 6,5 triliun. Tak hanya itu, aset BSN juga diproyeksikan mencapai hingga Rp 70 triliun.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa setelah pemisahan (spin off), modal awal BSN berasal dari tiga sumber. Pertama, kas sebesar Rp 1,6 triliun sudah tercatat di BSN. 

Kedua, sekitar Rp 4 triliun yang ada di neraca Unit Usaha Syariah (UUS) atau yang disebut rekening antar kantor (RAK), merupakan modal awal saat UUS dibentuk 20 tahun lalu. Sisanya, tambahan setoran modal sekitar Rp 1–1,5 triliun yang akan disuntikkan nanti usai spin off. 

Ia menyebut modal ini akan menjaga Capital Adequacy Ratio (CAR) di kisaran 18–20% setelah spin off. Tak hanya itu, ia juga memproyeksikan pada November 2025 mendatang, aset BSN berada di sekitar Rp 68–Rp 70 triliun.

“Jadi waktu spin off kami akan masukin modal dulu, baru pindah menaruhnya, supaya dia CAR-nya terjaga. Karena di Bank, rasio modal itu adalah salah satu yang utama. Makanya banking is one of the capital incentive industry,” kata Nixon dalam Media Gathering BTN di Bandung, Jumat (19/9). 

BTN juga memastikan BSN dapat beroperasi penuh pada tahun ini. Proses pemisahan atau spin off unit usaha syariah (UUS) BTN ke PT Bank Syariah Nasional (BSN) ditargetkan rampung pada akhir Oktober atau awal November tahun ini.  

BSN adalah wajah baru dari Bank Victoria Syariah yang telah resmi diakuisisi BTN pada Juli 2025. BTN berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB pada akhir Oktober 2025.

Kinerja Keuangan UUS BTN  

Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara Tbk atau Bank Syariah Nasional mencatatkan kinerja positif menjelang proses akhir spin-off menjadi Bank Umum Syariah (BUS).  Hingga semester pertama 2025, laba bersih BTN Syariah tercatat sebesar Rp 401 miliar pada akhir Juni 2025, naik 8,3% yoy dibandingkan Rp 370 miliar pada semester pertama 2024. 

Peningkatan aset tersebut ditopang oleh ekspansi pembiayaan yang konsisten, dengan nilai penyaluran mencapai Rp 48,46 triliun, naik 17,0% yoy dari Rp 41,41 triliun pada semester I 2024.  Selain itu, kepercayaan masyarakat juga semakin menguat, terlihat dari dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 19,8% yoy menjadi Rp 55,23 triliun, dibandingkan Rp 46,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu. 

Hingga akhir Juni 2025, total aset BTN Syariah tumbuh 18,0% yoy menjadi Rp 65,56 triliun, dari Rp 55,54 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...