Naik 66%, Medco Energi (MEDC) Tebar Dividen Interim Rp 696 Miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) bakal membagikan dividen interim kepada para pemegang saham mencapai US$ 42 juta atau sekitar Rp 696 miliar sebelum berakhirnya tahun buku 2025.
Dividen interim yang diumumkan tahun ini tercatat naik 66% dibandingkan dengan dividen interim yang dibagikan pada 2024. Dengan tambahan tersebut, total dividen yang dibayarkan pada 2025 mencapai US$ 80 juta atau meningkat 18% per saham dibandingkan dengan total dividen pada tahun kalender 2024.
“Peningkatan dividen interim ini mencerminkan kinerja solid perusahaan yang berkelanjutan serta keyakinan Direksi terhadap prospek masa depan MEDC,” ucap Hilmi Panigoro, Direktur Utama Medco Energi, dikutip Kamis (30/10).
Berikut jadwal dividen interim MEDC:
- Cum Dividen Interim di Pasar Reguler dan Negosiasi: 10 November 2025
- Ex Dividen Interim di Pasar Reguler dan Negosiasi: 11 November 2025
- Pemegang Saham yang berhak atas Dividen Interim: 12 November 2025
- Cum Dividen Interim di Pasar Tunai: 13 November 2025
- Ex Dividen Interim di Pasar Tunai: 12 November 2025
- Pembayaran Dividen Interim: 28 November 2025
Apabila menilik kinerja keuangannya, MEDC mencatatkan laba bersih pada semester pertama tahun ini US$ 37,18 juta atau Rp 613,29 miliar (asumsi kurs Rp 16.491 per dolar AS). Kinerja laba anjlok 81,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 200,99 juta atau Rp 3,31 triliun.
Manajemen Medco Energi menyampaikan anjloknya laba bersih MEDC terjadi akibat turunnya harga minyak, kontribusi negatif dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan biaya dry hole sebesar US$ 8,9 juta.
AMMN yang merupakan perusahaan patungan kongsi keluarga Panigoro dan grup Salim ini mencatatkan rugi operasional mencapai US$ 31 juta atau sekitar sekitar Rp 510,93 miliar sepanjang semester pertama 2025. Kondisi ini berbalik dibandingkan kinerja semester I 2024 yang masih mencatatkan laba operasional US$ 785,18 juta atau sekitar Rp 12,94 triliun.
Rugi operasional AMMN disebabkan oleh keterlambatan proses commissioning smelter baru dan fasilitas pemurnian logam mulia. Penjualan bersih perusahaan tambang tembaga dan emas ini pun rontok hingga 88,2% dari periode yang sama tahun lalu.
Merujuk laporan keuangan yang dipublikasikan, AMMN mencatat pendapatan US$ 1,54 miliar atau Rp 25,50 triliun, menjadi US$ 182,59 juta atau Rp 300,67 miliar pada semester pertama 2025 ini.
Riwayat Dividen MEDC Tahun Buku 2024
Sebelumnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menyetujui pembagian dividen sebesar US$ 63,29 juta atau setara Rp 1,02 triliun untuk laba tahun buku 2024.
Dari total dividen tersebut, sebanyak US$ 25,3 juta atau setara 15,75% sudah dibagikan sebagai dividen interim pada 1 November 2024. Adapun dividen final yang akan diterima pemegang saham sebesar US$ 37,9 juta atau Rp 615 miliar. Dari nilai ini setiap pemegang saham akan mendapat dividen Rp 25 per saham.
Menurut Hilmi, Medco Energi mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang kuat pada 2024. Capaian ini melampaui target produksi minyak dan gas, ketenagalistrikan. Menurut Hilmi, Medco Energi mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang kuat pada 2024. Capaian ini melampaui target produksi minyak dan gas, ketenagalistrikan.
“Kepercayaan dan dukungan pemegang saham memperkuat komitmen kami untuk pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan,” ujar Hilmi.
