Fitch Pangkas Outlook 3 Bank BDMN, BBKP, dan NISP Jadi Negatif, Ini Alasannya
Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, merevisi prospek peringkat utang jangka panjang tiga bank nasional milik investor asing di Indonesia, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP), dan PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP). Outlook ketiga bank tersebut diubah dari stabil menjadi negatif.
Langkah itu menyusul aksi Fitch sebelumnya pada Rabu (4/3) lalu yang lebih dulu memangkas outlook utang Indonesia menjadi negatif. Meskipun prospeknya memburuk, Fitch tetap mempertahankan peringkat utang jangka panjang mata uang asing (long-term foreign-currency IDR) ketiga bank tersebut pada level 'BBB'.
Dalam laporannya, Fitch menjelaskan bahwa revisi tersebut bukan disebabkan oleh memburuknya kinerja internal bank, melainkan karena peringkat mereka terbentur oleh plafon peringkat negara (country ceiling). Sebagai anak usaha dari raksasa keuangan global, peringkat ketiga bank itu sangat bergantung pada kemampuan negara, dalam hal ini Indonesia, dalam memfasilitasi transfer valuta asing.
"Penurunan country ceiling Indonesia akan menyebabkan penurunan peringkat IDR jangka panjang mata uang asing karena kemampuan bank untuk menggunakan dukungan induk tunduk pada risiko transfer dan konvertibilitas," tulis analis Fitch Ratings dalam laporan resminya, Senin (9/3).
Secara terperinci, Fitch juga merevisi prospek peringkat IDR jangka panjang mata uang lokal untuk KB Bank dan OCBC NISP menjadi negatif. Peringkat KB Bank dipertahankan pada level BBB+, sedangkan OCBC NISP tetap berada di level A. Sementara itu, peringkat dukungan pemegang saham (shareholder support ratings) untuk ketiganya tetap di level 'bbb'.
Fitch menilai, meski kondisi makro sedang menantang, komitmen para pemegang saham pengendali terhadap anak usahanya di Indonesia tetap tidak tergoyahkan. Hal ini didorong oleh peran strategis ketiga bank tersebut dalam jaringan global induknya serta risiko reputasi yang besar jika terjadi gagal bayar.
"Kami percaya kecenderungan induk bank untuk memberikan dukungan tetap kuat karena peran penting ketiga bank tersebut dalam strategi grup, serta integrasi operasional yang erat," ungkap Fitch dalam keterangannya.
Sebagai informasi, Bank Danamon adalah bagian dari grup keuangan Jepang, MUFG. Sementara KB Bank dikendalikan oleh Kookmin Bank dari Korea Selatan. Adapun OCBC NISP merupakan anak usaha dari OCBC Bank Singapura. Ketiganya memiliki integrasi operasional yang sangat dalam dengan induk masing-masing.
Untuk peringkat nasional, Fitch memberikan catatan khusus bagi KB Bank. Peringkat nasional jangka panjang KB Bank ditegaskan pada level 'AAA(idn)' dengan prospek stabil. Peringkat ini menunjukkan ekspektasi risiko gagal bayar yang paling rendah relatif terhadap emiten lain di Indonesia.
Di sisi lain, Fitch juga menegaskan peringkat utang jangka pendek Danamon dan OCBC NISP pada level 'F2'. Peringkat ini mencerminkan kapasitas pembayaran kewajiban keuangan jangka pendek yang masih sangat baik dan kuat secara fundamental.
Namun, Fitch memperingatkan bahwa jika peringkat kredit Indonesia benar-benar merosot di masa depan, maka peringkat ketiga bank ini kemungkinan besar akan ikut terseret turun. Hal ini karena posisi peringkat mereka saat ini sudah setara dengan plafon peringkat Indonesia.
Sebaliknya, prospek ketiga bank ini dapat kembali direvisi menjadi stabil apabila Fitch melihat adanya perbaikan pada outlook utang Indonesia. Kondisi ekonomi makro yang lebih stabil dan terjaganya cadangan devisa negara menjadi faktor penentu utama.
