Margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) sejumlah bank jumbo kian menipis pada 2026. Kondisi ini terjadi di tengah kenaikan suku bunga kredit dan simpanan.
BI meminta perbankan mengurangi penempatan dana di surat-surat berharga karena bank seharusnya menjadi lembaga intermediasi dan menyalurkan dana pihak ketiga yang dikumpulkannya menjadi kredit.
Langkah bank yang lebih hati-hati menyalurkan kredit terlihat pada kebijakan terkait suku bunga, plafon, jangka waktu, hingga biaya persetujuan dan perjanjian kredit.
Tokoh senior perbankan nasional sekaligus Presiden Komisaris BCA, Jahja Setiaatmadja, menekankan bahwa integritas tidak bisa diajarkan hanya melalui instruksi formal atau memo internal.
Kalangan affluent diprediksi makin bertambah tiap tahunnya, alias OKB makin banyak, di tengah ketidakpastian global. Wealth Management pun jadi lahan pertarungan baru.
Ekonomi Berkelanjutan memerlukan perubahan perilaku konsumen sehari-hari, tidak hanya bergantung pada pembiayaan dan komitmen korporat, untuk menghadapi realitas krisis iklim.
Sebanyak 71 persen responden Indonesia setuju bahwa bank tak seharusnya membiayai perusahaan atau proyek penghasil emisi tinggi, dan 43 persen mempertimbangkan ganti bank.
Saham-saham bank jumbo tak berdaya sehingga anjlok puluhan persen sejak awal tahun. Mereka menjadi sasaran utama aksi jual investor asing secara masif di tengah gonjang-ganjing pasar modal Indonesia.