Emiten Tambang Emas Peter Sondakh ARCI Kerek Produksi, Intip Prospeknya

Nur Hana Putri Nabila
7 Mei 2026, 19:08
emas, archi indonesia, peter sondakh
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten pertambangan milik konglomerat Peter Sondakh, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) tengah mengerek kapasitas pabrik pengolahan dari 4 juta ton menjadi 6 juta ton per tahun.

Perusahaan menganggarkan scoping study sebesar US$ 100-120 juta atau sekitar Rp 1,7–2,1 triliun untuk seluruh pengembangan pabrik dari awal sampai akhir.

Direktur Utama Archi Indonesia, Rudy Suhendra, mengatakan pada tahun 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan produksi emas minimal sebesar 15% seiring peningkatan kapasitas pabrik pengolahan emas. Lalu target konstruksi ditargetkan akan terealisasi pada 2026.

 “Proyek ini ditargetkan meningkatkan produksi emas serta mengoptimalkan nilai aset perseroan ke depannya,” kata Rudy dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (7/5). 

Dari aspek operasional, ARCI menghasilkan produksi emas sebesar 122 ribu ons, meningkat 31% dibandingkan tahun sebelumnya dan dengan rata-rata kadar emas (grade) sebesar 1,18 g/t. Kinerja ini didukung oleh dimulainya kembali produksi Pit Araren serta kontribusi dari Pit Marawuwung sejak awal tahun 2025.

Tak hanya itu, Rudy mengatakan seiring dengan penguatan kegiatan operasi, ARCI juga terus mendorong pengembangan proyek-proyek strategis.

Dia mengatakan, pengembangan tambang bawah tanah di Kopra terus menunjukkan hasil yang menjanjikan, sementara aktivitas eksplorasi semakin ditingkatkan untuk mendukung peningkatan cadangan.

Archi menemukan mineralisasi emas dengan interval antara 5 hingga 37 meter, serta rata-rata kadar antara 5 hingga 27 g/t Au. Sepanjang tahun 2025, ARCI menyelesaikan pengeboran eksplorasi dengan total 85.893 meter. Adapun total belanja modal eksplorasi sepanjang 2025 US$ 9,3 juta.

Selain itu, ARCI juga terus melanjutkan pengembangan tambang bawah tanah di bagian lain konsesi serta memperluas kegiatan eksplorasi untuk meningkatkan potensi sumber daya dan cadangan.

Adapun total pengembangan sampai tahun 2025 mencapai 1,2 km. Total material yang ditambang sebesar 84,8 kiloton, dengan 61,1 kiloton bijih, yang setara dengan SR 0,4X.

Rata-rata kadar bijih yang ditambang adalah 3,8 g/t. Pemasangan peralatan terus dilakukan untuk memastikan akses yang aman dan stabilitas jangka panjang pada level yang lebih dalam.

Perseroan juga terus mendorong strategi pertumbuhan yang seimbang melalui kombinasi ekspansi organik dan peluang anorganik yang lebih terarah.

“Itu belum kita bisa disclose, tapi kita masih berusaha untuk meningkatkan peningkatan pertumbuhan baik di sisi organik maupun inorganik,” ucapnya.

Pada hari ini juga menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Kamis (7/5). Perusahaan membagikan dividen sebesar US$ 60 juta, setara dengan Rp 1,02 triliun atau 58,5% dari laba tahun berjalan. 

 Dividen tersebut terdiri dari dividen interim sebesar US$ 30 juta atau setara dengan Rp 499,8 miliar yang telah dibagikan pada 16 Desember 2025. Lalu dividen final sebesar US$ 30 juta atau setara dengan Rp 522,2 miliar yang akan didistribusikan kepada pemegang saham pada bulan Juni 2026.

 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...