Bidik 10 Ribu Bus Listrik TransJakarta, Bagaimana Prospek Emiten Bakrie VKTR?
Emiten Grup Bakrie PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengatakan pengadaaan bus listrik Transjakarta bisa mencapai 10.000 pada 2030 mendatang.
Direktur Utama VKTR, Anindra Ardiansyah Bakrie mengatakan Transjakarta kini menjadi acuan bagi berbagai pemerintah daerah dalam pengembangan transportasi berbasis kendaraan listrik.
Menurutnya, sejumlah pemerintah daerah di Indonesia menjadikan Transjakarta sebagai model pengembangan armada bus listrik. Ia menilai hal itu dapat menjadi pijakan bagi VKTR untuk melihat peluang peningkatan kapasitas dan ekspansi bisnis ke depan.
"Apalagi kami sudah mempunyai tingkat TKDN lebih dari 40%. Mudah-mudahan kami terus bisa menjadi private supplier untuk Transjakarta,” kata Ardi di Jakarta, Selasa (19/5).
Ardi mengatakan prospek penjualan kendaraan listrik komersial masih sangat menjanjikan di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat pelaku usaha untuk beralih dari kendaraan diesel ke kendaraan listrik.
VKTR melihat ketertarikan yang semakin tinggi dari calon pelanggan di sektor pertambangan, perkebunan, hingga logistik, khususnya di luar Pulau Jawa baik dari perusahaan swasta maupun BUMN.
Ia menilai tingginya harga BBM hingga tantangan distribusi energi di luar Jawa menjadi faktor utama yang mendorong pelaku usaha mempertimbangkan konversi armada ke kendaraan listrik. Ardi mengatakan, di sejumlah wilayah luar Jawa, BBM bukan hanya mahal tetapi juga sulit diperoleh, sementara operasional bisnis harus tetap berjalan.
Meski ada tekanan dari sisi nilai tukar rupiah, Ardi menilai tren transisi menuju kendaraan listrik di segmen komersial masih akan terus berkembang.
“Pelanggan juga mungkin tidak beri keberatan misalnya kami melakukan adjustment disana karena saving yang akan dia dapat dari fuel itu juga akan jauh lebih bermanfaat,” katanya.
