Telkom (TLKM) Jual AdMedika ke Fullerton, Bagaimana Arah hingga Nasib Karyawan?

Nur Hana Putri Nabila
3 Juni 2026, 14:10
Telkom Indonesia
Katadata/Fauza Syahputra
Telkom Indonesia
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjual 100% saham atau sebanyak 452.330 lembar saham anak usaha PT Administrasi Medika atau Admedika ke perusahaan kesehatan Singapura, Global Assistance & Healthcare Singapore Pte, Ltd. atau Fullerton. 

Meski begitu baik Fullerton dan Admedika enggan memberitahu berapa besaran nilai transaksi dari aksi itu. Namun dalam laporan keuangan Telkom hingga kuartal pertama 2026, aset AdMedika yang tersedia untuk dijual bersih sebesar Rp 281 miliar.

Presiden Direktur  TelkomMetra, Pramasaleh Haryo Utomo, mengatakan transaksi divestasi itu telah melalui seluruh proses yang sesuai dengan regulasi dan ketentuan pemerintah. Menurunya, penilaian transaksi dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan menghasilkan valuasi yang sebanding, bahkan lebih baik dibandingkan sejumlah transaksi serupa di pasar.

Ia menegaskan Telkom tidak mengorbankan nilai aset dalam transaksi karena perusahaan tetap memperoleh nilai tambah dari pelepasan saham itu.

Pramasaleh juga menjelaskan dana hasil transaksi akan memperkuat pengelolaan portofolio investasi Telkom Group. Saat ini, Telkom melalui TelkomMetra memiliki sekitar 15 investasi langsung dan sekitar 60 investasi lainnya melalui anak usaha yang bergerak di bidang modal ventura.

“Dan salah satu aksi ini adalah untuk mengembangkan investasi kami yang mendukung bisnis inti Telkom,” kata Pramasaleh dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/6). 

Langkah ini sejalan dengan arahan PT Danantara Asset Management (Persero) dalam program penataan dan penyederhanaan struktur anak usaha BUMN. Telkom juga bertransformasi pada empat pilar utama, yakni digital infrastructure, integrated B2C service, B2B ICT service, dan bisnis internasional. 

Bagaimana Aksi Selanjutnya?

Setelah akusisi rampung, Chief Executive Officer AdMedika Group, Dian Prambini, mengatakan AdMedika dan TelkoMedika akan tetap beroperasi dengan merek serta manajemen yang ada saat ini meski telah bergabung ke dalam grup Fullerton Health. Langkah tersebut itu untuk menjaga kepercayaan pasien, klien, dan mitra yang selama ini telah terbangun.

Secara rinci AdMedika melayani lebih dari 323 klien dengan 4,1 juta anggota TPA & ASO. Didukung oleh lebih dari 9.200 jaringan fasilitas kesehatan nasional dan lebih dari 40.000 jaringan penyedia layanan assistance serta fasilitas kesehatan internasional.

Selain itu perusahaan juga memiliki lebih dari 450 penyedia layanan yang telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Rumah Sakit dan didukung oleh lebih dari 1.200 karyawan.

Dian juga memastikan karyawan juga tidak terdampak oleh perubahan kepemilikan dan tetap bekerja seperti biasa. Hal ini juga sekaligus memperoleh peluang pengembangan karier yang lebih luas di jaringan Fullerton Health.

Seluruh data kesehatan dan klaim di Indonesia akan tetap dikelola di dalam negeri sesuai ketentuan yang berlaku. Perusahaan juga akan mempertahankan standar tata kelola, perlindungan data, keamanan siber, dan kepatuhan regulasi.

Menurutnya, bergabungnya AdMedika Group dengan Fullerton Health menjadi langkah strategis untuk memperkuat platform layanan kesehatan terintegrasi serta memperluas kolaborasi dengan penyedia layanan kesehatan dan klien kedepannya.

“Serta terus memberikan layanan yang lebih berkualitas dan andal kepada pasien dan klien di seluruh Indonesia," ujar Dian.

Group Chief Executive Officer dan Executive Director Fullerton Health, Ho Kuen Loon, mengatakan akuisisi AdMedika Group merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat bisnis layanan kesehatan di Indonesia. Menurutnya, bergabungnya AdMedika Group akan memperkokoh kapabilitas operasional Fullerton Health, khususnya dalam administrasi layanan kesehatan dan pengelolaan jaringan penyedia layanan medis.

Ia menjelaskan transaksi tersebut juga akan memperluas integrasi layanan kesehatan Fullerton Health di Asia. Saat ini, perusahaan memiliki hampir 600 fasilitas kesehatan yang dikelola sendiri, jaringan lebih dari 32.000 penyedia layanan, dan melayani lebih dari 8 juta peserta di tujuh negara.

Dengan jaringan tersebut, Fullerton Health menilai AdMedika memiliki peluang lebih besar untuk memperluas layanan dan mempercepat pertumbuhan bisnis. Perusahaan juga berencana berekspansi di pasar utama seperti Singapura dan Filipina, serta memperkuat operasinya di Indonesia guna mendukung layanan kesehatan lintas negara dan memperluas akses rujukan ke layanan spesialis.

“Sekaligus memanfaatkan kapabilitas regional Grup yang sudah kuat untuk lebih mendukung kebutuhan layanan kesehatan Indonesia yang terus berkembang,” ucap Loon.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...