Pengendali EDGE Amankan Pasokan Listrik 1,45 GW untuk Proyek Data Center Jumbo
Pengendali PT Indointernet Tbk (EDGE), Digital Edge, mengumumkan dua perkembangan terbaru dalam proyek kampus pusat data (data center campus) CGK berkapasitas 500 MW di Bekasi, Jawa Barat.
Perusahaan telah merampungkan pembangunan struktur utama (topping out) gedung pertama, CGK1. Selain itu, Digital Edge juga menandatangani perjanjian baru dengan PT PLN (Persero) yang meningkatkan kapasitas pasokan listrik untuk proyek tersebut menjadi 1,45 GW.
Langkah itu memperkuat posisi Kampus CGK dalam mengakomodasi lonjakan kebutuhan infrastruktur hyperscale dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
Pasokan listrik 1,45 GW yang telah diamankan sejak tahap awal pengembangan proyek, disusun melalui skema 2 x 725 MVA dengan dua jalur pasokan independen. Hal ini bertujuan menyediakan sistem kelistrikan dual-feed yang andal untuk mendukung beban kerja kritikal, termasuk layanan AI dan komputasi awan (cloud).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan perseroan terus mengambil peran dalam memperkuat ekosistem digital nasional, termasuk mendukung pengembangan industri pusat data melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.
Menurut dia, pertumbuhan industri data center menjadi cerminan semakin berkembangnya ekosistem digital di Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, PLN berkomitmen memastikan ketersediaan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan.
“Sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara,” ujar Darmawan dalam keterangan pers, dikutip Selasa (9/6).
Kampus pusat data CGK dibangun dengan nilai investasi US$ 4,5 miliar dan dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan komputasi berbasis AI. Fasilitas ini mengedepankan efisiensi energi dan ketahanan operasional, dengan target rasio efisiensi daya (annualized PUE) sebesar 1,25, sertifikasi LEED, pemanfaatan energi terbarukan, sistem daur ulang air, serta teknologi pendinginan cair guna mendukung beban kerja AI.
Pembangunan Kampus CGK berdasarkan kebutuhan pelanggan yang telah memiliki komitmen penggunaan kapasitas. Gedung pertama, CGK1, ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal keempat 2026, sementara gedung kedua dan ketiga dijadwalkan menyusul masing-masing pada kuartal I dan kuartal II 2027.
“Topping out CGK1, yang didukung oleh perjanjian pasokan listrik terbesar dalam sejarah pusat data Indonesia, mencerminkan keyakinan kami terhadap pertumbuhan digital jangka panjang negeri ini,” kata CEO Digital Edge Indonesia Stephanus Oscar.
Kampus CGK berlokasi kurang dari 15 kilometer dari klaster pusat data utama di kawasan Cikarang dan sekitar 40 kilometer dari fasilitas EDGE1 dan EDGE2 milik Digital Edge di pusat Jakarta. Lokasi ini memungkinkan akses berlatensi rendah ke kawasan bisnis utama sekaligus memperkuat konektivitas ekosistem digital nasional.
Demi mendukung operasional, kampus pusat data itu akan terhubung dengan jaringan serat optik dan aset telekomunikasi milik Indonet, anak usaha telekomunikasi yang sepenuhnya dimiliki Digital Edge di Indonesia. Selain itu, perusahaan membangun jalur serat optik baru yang seluruhnya ditanam di bawah tanah guna meningkatkan keandalan serta ketahanan jaringan.
