RAJA Tebar Dividen Rp 274,17 Miliar, Akan Stock Split 1:5

Nur Hana Putri Nabila
24 Juni 2026, 09:49
Raja, rukun raharja, dividen
Katadata
Fasilitas pengolahan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), milik Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham Rp 274,17 miliar atau setara Rp 65 per saham dari laba bersih tahun buku 2025.

Dividen tersebut terdiri dari dividen interim Rp 25 per saham yang telah dibagikan pada 29 Januari 2026 dan dividen final sebesar Rp 40 per saham.

Keputusan itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Senin (23/6). 

Menilik kinerja keuangannya 2025, RAJA membukukan laba bersih sebesar US$ 27,24 juta atau sekitar Rp 461,52 miliar sepanjang 2025 di tengah geliat aksi akuisisi.

Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, torehan itu naik 6,1% secara tahunan atau year on year (yoy) dari tahun 2024 sebesar US$ 25,55 juta atau sekitar Rp 432,96 miliar. 

Peningkatan laba ditopang oleh non-operating income, khususnya dari akuisisi Hafar yang telah diselesaikan pada Agustus 2025 lalu. Seiring dengan kenaikan laba, pendapatan RAJA juga tumbuh 4,79% yoy menjadi US$ 266,66 juta atau sekitar Rp 4,51 triliun.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan kontribusi bisnis gas, proyek EPC Ubadari, beroperasinya fasilitas kompresor gas Sengkang, serta kontribusi dari Grup Hafarpada bisnis Offshore EPCI dan Shipping.

Dalam RUPSLB, pemegang saham juga menyetujui rencana pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5. Melalui aksi korporasi itu, nilai nominal saham RAJA akan berubah dari Rp 25 menjadi Rp 5 per saham, sehingga jumlah saham beredar meningkat dari 4,23 miliar saham menjadi 21,14 miliar saham.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham di BEI sekaligus memperluas jangkauan investor yang dapat berpartisipasi dalam kepemilikan saham emiten Happy Hapsoro itu.

Direktur Utama Rukun Raharja, Djauhar Maulidi, mengatakan keputusan membagikan dividen dan aksi stock split ditopang oleh kinerja perusahaan yang terus bertumbuh sepanjang 2025.

Menurutnya, pertumbuhan itu memberikan ruang bagi RAJA untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sekaligus meningkatkan daya tarik saham melalui likuiditas yang lebih baik di pasar.

“Di saat yang sama, kami juga terus mempersiapkan generasi kepemimpinan berikutnya guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan Perseroan dalam jangka panjang,” kata Djauhar dalam keterangannya, dikutip Selasa (24/6). 

Memasuki 2026, Djauhar mengatakan perusahaan tetap memandang positif prospek industri energi nasional. Menurut dia, fundamental keuangan yang solid, pengembangan proyek strategis, serta komitmen terhadap tata kelola perusahaan dan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris RAJA. Perusahaan mengangkat Praba Diwangkara Caraka Putra Soma ditunjuk sebagai direktur baru. 

Manajemen menyebut penunjukan tersebut merupakan bagian dari upaya regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan organisasi guna menopang pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Masa jabatan Direksi dan Dewan Komisaris yang baru akan berlaku hingga penutupan RUPS Tahunan tahun 2029.

RUPSLB turut menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Perubahan mencakup kewenangan Direksi serta perubahan maksud, tujuan, dan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

Di sisi lain, seiring dengan aksi itu saham RAJA terpantau melesat 38,21% dalam sebulan terakhir. Pada perdagangan Senin (23/6) saham RAJA melesat 11,23% ke Rp 4.160 dan kepitalisasi pasarnya mencapai Rp 17,58 triliun. 



add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...