Emiten Afiliasi Grup Astra ARKO Akuisisi PLTS di Batam dan Bintan untuk Ekspansi

Nur Hana Putri Nabila
27 Agustus 2026, 09:28
plts, astra, arko
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar
Ilustrasi PLTS
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Entitas terafiliasi Grup PT Astra International Tbk (ASII), PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) mengakuisisi 99,9% saham milik PT Endorshine Energy Solutions (Endorshine), yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau. 

ARKO membeli saham Endorshine dari pemegang saham sebelumnya, Yang Solar Solutions Pte Ltd. Melalui akuisisi tersebut, ARKO kini mengoperasikan dua PLTS dengan total kapasitas 21,3 megawatt peak (MWp). Kedua fasilitas itu terdiri dari PLTS berkapasitas 10,27 MWp di Bintan dan 11,05 MWp di Batam.

Akuisisi itu melalui PT Arkora Tenaga Matahari (ATM), anak usaha yang secara khusus dibentuk ARKO sebagai kendaraan untuk memperluas portofolio bisnis ke sektor energi surya.

Berdasarkan surat Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0393673 yang diterima perseroan pada 24 Agustus 2026, Endorshine telah efektif beroperasi di bawah ATM. 

Presiden Direktur Arkora Hydro, Aldo Artoko, mengatakan akuisisi Endorshine menjadi langkah strategis perseroan untuk memperkuat posisinya sebagai pelaku industri energi baru terbarukan (EBT) yang semakin terintegrasi.

Menurut Aldo, ekspansi tersebut sekaligus mencerminkan komitmen ARKO untuk terus bertumbuh dengan memanfaatkan berbagai peluang pengembangan bisnis, baik secara organik maupun melalui aksi korporasi anorganik.

“Akuisisi ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi dalam penyediaan energi bersih, sejalan dengan visi kami untuk menerangi Indonesia dengan energi terbarukan serta mendukung percepatan transisi energi nasional,” ujar Aldo dalam keterangannya, dikutip Kamis (27/8). 

Akuisisi Endorshine membuat Arkora Hydro memperluas bisnisnya dari pembangkit listrik tenaga air ke energi surya. Setelah transaksi rampung, ARKO mengantongi kapasitas pembangkit terkontrak sebesar 84,1 MW, yang terdiri dari enam proyek pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 62,8 MW dan dua PLTS sebesar 21,3 MWp.

Perseroan juga menyiapkan sejumlah proyek dalam pipeline dengan total kapasitas lebih dari 300 MW. Sepanjang 2017 hingga 2025, ARKO mencatat telah mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 277.241 ton CO?eq.

ARKO menilai masuknya PLTS akan memperluas jenis dan sebaran proyek energi terbarukan yang dikelolanya di Indonesia. Ekspansi ini juga menjadi bagian dari strategi perseroan mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission atau NZE pada 2060.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...