Prasasti Center Sebut 12,3 Juta Bisnis Lokal Sulit Ekspansi Akibat Regulasi

Sukriwan Ramadhan
13 Oktober 2026, 20:38
bisnis, regulasi, prasasti center
ANTARA FOTO/Andri Saputra/nz
Pedagang menyusun sagu makanan khas Ternate yang dijual di Pasar Higienis, Ternate, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Prasasti Center for Policy Studies mengungkapkan sebanyak 12,3 juta bisnis lokal berpotensi (constrained gazelles) di Indonesia memiliki aspirasi kuat untuk berekspansi, tetapi sulit memperbesar skala usaha.

Hambatan utama belasan juta dunia usaha tersebut bukanlah keterbatasan modal atau akses kredit perbankan, melainkan iklim usaha di lapangan yang belum kondusif.

Director Research Prasasti, Adhi Nugroho Saputro, menjelaskan belasan juta bisnis tersebut umumnya sudah memiliki aksesibilitas ke fasilitas kredit perbankan.

Namun, niat ekspansi mereka tertahan akibat tiga masalah utama: regulasi yang tumpang tindih, maraknya biaya siluman atau pungutan liar (pungli), serta keterbatasan tenaga kerja terampil.

"Ketika hambatan-hambatannya itu bisa di-unlock, ini adalah sumber pertumbuhan atau kontributor utama dari perekonomian ke depan," kata Adhi saat memaparkan laporan riset Missing Graduation dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10).

Board of Advisors Prasasti, Burhanuddin Abdullah, mengatakan pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada keputusan sehari-hari yang diambil pelaku usaha, wirausahawan, dan pekerja.

Ia menjelaskan peran dunia usaha bagi perekonomian Indonesia. Dari sekitar 26,4 juta total perusahaan di Indonesia, sektor swasta menyumbang hingga 90% nilai tambah ekonomi, sedangkan BUMN menyumbang 5%. Guna mengoptimalkan peran dominan swasta tersebut, ia menilai pendekatan ekonomi perlu diperluas

. "Tantangannya bukan sekadar menarik investasi. Kita harus membantu perusahaan memperluas usaha, mengembangkan talenta Indonesia, memperkuat rantai pasok domestik, dan bersaing di pasar yang lebih luas," ujar Burhanuddin.



add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Sukriwan Ramadhan

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...