Harga Pasaran Bensin Rp 8000-an per Liter
KATADATA ? Harga minyak mentah dunia kembali anjlok. Bahkan kini posisinya di bawah US$ 80 per barel.
Penurunan harga minyak dunia inilah yang menjadi dasar untuk menentang rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bulan ini. Kalau pun naik, kenaikan harga bensin dan solar tak lebih dari Rp 3.000 per liter.
Namun Vice President Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir menjelaskan penurunan harga minyak dunia tak serta merta meringankan beban subsidi. Dia menyatakan saat ini harga pasar bensin masih di atas Rp 6.500 per liter.
Kalkulasi dia, dengan mengacu pada harga minyak mentah dunia US$ 80 per barel dan kurs Rp 12.000 per dolar AS. "Harga keekonomian premium saat ini sekitar Rp 8.600 per liter," kata Ali seperti dikutip dari Kontan (11/11).
Sebenarnya, penentuan harga BBM jenis tertentu termasuk premium, di Indonesia menggunakan Means of Plats Singapore (MoPS). Ini adalah penilaian produk trading minyak di kawasan Asia yang dibuat Platts, anak perusahaan McGraw Hill Financial dari Amerika Serikat.
Dengan acuan itu, formula harga BBM adalah MoPS plus komponen alpha (margin dan fee distribusi). Tahun 2014, pemerintah menetapkan alpha Rp 734,20 per liter.
