Susi Janji Hapuskan Pungutan Nelayan Jika Harga BBM Naik
KATADATA ? Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengatakan selama ini nelayan kecil tidak pernah menikmati subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Padahal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 subsidi BBM ditetapkan sebesar Rp 246,5 triliun.
Susi menganggap nelayan lebih memerlukan ketersediaan pasokan BBM dibandingkan subsidi BBM. "Kami menekankan ketersediaan lebih penting daripada subsidi," katanya di Hotel Four Season, Jakarta, Jumat (7/11).
Selain itu dia juga menjanjikan akan membebaskan semua pungutan kepada nelayan sebagai kompensasi jika pemerintah menaikkan harga BBM. Namun, pembebasan ini hanya berlaku untuk kapal di bawah 10 gross ton. "Itu janji saya," ujarnya.
Di tempat yang sama Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menyambut baik niat Menteri KKP untuk menghilangkan pungutan bagi nelayan. Namun, pemerintah sendiri masih merumuskan bentuk insentif yang akan diberikan nelayan jika harga BBM dinaikkan. Dia juga mendukung keinginan Susi Pudjiastuti untuk mengalihkan subsidi BBM. "Bu Susi minta subsidi BBM diterima langsung oleh nelayannya bukan dalam bentuk BBM murah," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menganggap subsidi BBM sebesar Rp 714 triliun selama lima tahun itu sangat boros. Dia ingin mengalihkan subsidi BBM tersebut ke sektor yang lebih produktif "Subsidi nelayan contohnya untuk mesin-mesin kapal, pendingin ke nelayan. Begitu bergerak usaha produktif ekonomi bergerak cepat," ungkapnya. (Baca: Jokowi: Subsidi BBM Selama 5 Tahun Rp 714 Triliun Itu Sangat Boros)
