Rupiah Menguat 14.381 per Dolar AS Meski Perang Rusia-Ukraina Memanas

Abdul Azis Said
8 Maret 2022, 10:05
rupiah, rupiah hari ini, rupiah menguat, perang rusia ukraina
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi. Rupiah berhasil menguat meski diterpa sentimen perang Rusia-Ukraina yang masih memanas.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 22 poin level ke Rp 14.393 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Rupiah berhasil menguat meski diterpa sentimen perang Rusia-Ukraina yang masih memanas. 

Mengutip Bloomberg, rupiah terus bergerak menguat ke level Rp 14.381 per dolar pada pukul 10.00 WIB, semakin menjauh dari posisi penutupan kemarin di Rp 14.415 per dolar AS.

Mata uang Asia lainnya bergerak bervariasi. Penguatan terhadap dolar AS juga dialami dolar Hong Kong 0,01% bersama dolar Singapura 0,03%, peso Filipina 0,18% dan yuan Cina 0,16%. Sebaliknya, yen Jepang melemah 0,1% bersama dolar Taiwan 0,12%, won Korsel 0,4%, rupee India yang jatuh 1,06%, ringgit Malaysia 0,04% dan bath Thailand 0,07%.

Namun, Analis pasar uang Ariston Tjendra memperkirakan rupiah masih akan tertekan pada hari ini di kisaran Rp 14.450 per dolar AS, dengan potensi penguatan di Rp 14.380 per dolar AS. Sentimen pelemahan masih dibayangi perang Rusia dan Ukraina.

Dia mengatakan, potensi pelemahan rupiah seiring dengan negatifnya sentimen pasar terhadap aset berisiko pagi ini karena invasi Rusia ke Ukraina masih belum usai. Pasar semakin khawatir terhadap kenaikan inflasi karena lonjakan harga komoditas termasuk komoditas energi akibat potensi gangguan suplai.

"Kekhawatiran ini mendorong para pelaku pasar keluar dari aset berisiko dan masuk ke aset aman seperti dollar AS dan Emas," kata Ariston kepada Katadata.co.id, Selasa (8/3).

Ia mengatakan, kenaikan inflasi dapat menekan pertumbuhan ekonomi ke depan dan tentunya ini akan menekan pertumbuhan aset berisiko. Dana Moneter Internasional (IMF) juga sudah memperingatkan bahwa perang ini akan menimbulkan dampak 'sangat serius' bagi perekonomian global.

Di sisi lain, Ariston melihat terdapat sentimen positif dari dalam negeri yang dapat menahan pelemahan rupiah. "Sikap pemerintah yang semakin melonggarkan kebijakan di masa pandemi, yang terbaru soal tes PCR dan antigen, bisa mendukung penguatan rupiah," kata Ariston.

Pemerintah pada Senin (7/3) mengumumkan pelonggaran syarat perjalanan domestik dengan menghapus syarat tes PCR dan antigen baik perjalanan darat, laut maupun udara. Ini berlaku bagi masyarakat yang sudah menerima vaksinasi lengkap atau dua dosis.

Pemerintah juga sudah mengizinkan seluruh kompetisi olahraga untuk menerima penonton yang sudah menerima vaksinasi lengkap. Namun, kapasitas penonton akan disesuaikan dengan level PPKM di masing-masing wilayah. Selain itu, penurunan kasus beberapa waktu terakhir juga mendorong pemerintah menurunkan status PPKM Jabodetabek dan Surabaya Raya menjadi level 2.

Berbeda dari Ariston, analis DC Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah akan menguat dan bergerak di rentang Rp 14.325 hingga Rp 14.450 per dolar AS. Penguatan ditopang kembalinya sentimen risk on di bursa walau perkembangan di Ukraina masih membebani. 

Dari dalam negeri, pasar pasar menantikan rilis data cadangan devisa yang diperkirakan akan sedikit menurun ke US$ 140 miliar, "Namun saya melihat itu akan meningkat kedepannya oleh tingginya nilai ekspor komoditas," kata Lukman kepada Katadata.co.id.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...