Pemerintah Siapkan Sederet Diskon untuk Dongkrak Konsumsi saat Ramadan

Rahayu Subekti
28 Februari 2025, 11:07
konsumsi, konsumsi rumah tangga, diskon
Katadata/Rahayu Subekti
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan ada sejumlah insentif yang disiapkan pemerintah untuk memacu konsumsi selama Ramadan.

Ringkasan

  • Potensi penerimaan negara dari ekspor pasir laut diperkirakan Rp 74 miliar, sedangkan potensi keuntungan pengusaha mencapai Rp 733 miliar per tahun.
  • Ekspor pasir laut berpotensi menyebabkan kerusakan ekologis, seperti erosi pantai, perubahan garis pantai, dan rusaknya ekosistem laut.
  • Meskipun pemerintah membedakan antara pasir laut dan sedimen laut, namun proses pengambilannya seringkali melibatkan proses yang serupa dan berpotensi menyebabkan dampak lingkungan yang sama.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah stimulus untuk mendorong konsumsi masyarakat selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut stimulus ini akan beragam, di antaranya adalah diskon tarif tiket pesawat. 

“Tentu salah satunya kan memastikan insentif untuk pesawat. Terus juga insentif terkait tarif jalan tol,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (27/2) malam. 

Airlangga menjelaskan pemerintah juga akan menggelar program belanja nasional selama Ramadan hingga menjelang Lebaran, antara lain program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dan Belanja di Indonesia Aja. 

“Program itu diharapkan untuk belanja di dalam negeri dengan diskon diharapkan bisa mendorong konsumsi dalam negeri selama Ramadhan,” ujar Airlangga. 

Airlangga mengharapkan program-program ini bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025. Aktivitas konsumsi biasanya akan meningkat pada Ramadan dan Lebaran Idul Fitri. 

Konsumsi Masyarakat Masih Lesu

Badan Pusat Statistik  mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2024 hanya mencapai 5,03%. Pertumbuhan ekonomi ini lebih rendah bila dibandingkan 2023 yang mencapai 5,05%.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan konsumsi rumah tangga masih memiliki kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Konsumsi rumah tangga pada periode tersebut tumbuh 4,94% dari 2023 yang hanya mencapai 4,82%.

Meskipun meningkat, pertumbuhan konsumsi rumah tangga masih di bawah laju pertumbuhan ekonomi.  Jika dilihat berdasarkan sumbernya, pertumbuhan konsumsi juga tumbuh 2,60% atau meningkat dari 2023 yang mencapai 2,55%. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...