Donald Trump Versus Dunia: Pemimpin Global Siap Balas Tarif Resiprokal AS
Sejumlah pemerintahan negara di dunia merespons kebijakan tarif resiprokal yang baru saja diterapkan oleh Presiden Donald Trump. Beberapa pemimpin negara bahkan berjanji akan membalas kebijakan tersebut.
Hingga saat ini, Pemerintah Indonesia belum memberikan tanggapan resmi terkait kebijakan tarif impor sebesar 32% yang dikenakan terhadap produk-produk asal Indonesia. Namun, pejabat dari sejumlah negara sudah mengeluarkan pernyataan resminya terkait hal tersebut. Seperti dilansir dari Reuters, berikut ini respons sejumlah pemimpin dunia terhadap kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat.
- Cina
Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan Beijing akan menentang dengan tegas tarif resiprokal tersebut dan berjanji akan mengambil tindakan balasan. Donald Trump sendiri mengenakan tarif sebesar 34% terhadap produk dari Cina.
- Jepang
Menteri Perdagangan Jepang Yoji Muto sangat menyesalkan tarif resiprokal sebesar 24% yang dikenakan oleh Amerika Serikat. Pemerintah Jepang mendesak AS untuk membebaskan negaranya dari kenaikan tarif tersebut.
- Korea Selatan
Presiden Sementara Korea Selatan Han Duck-soo memerintahkan langkah-langkah dukungan darurat untuk bisnis yang terkena dampak, termasuk industri otomotif. AS mengenakan tarif sebesar 25% untuk Korea Selatan.
- Kanada
Perdana Menteri Mark Carney mengatakan Kanada akan melawan tarif ini dengan tindakan balasan. Barang-barang dari Kanada dan Meksiko saat ini tidak dikenakan tarif timbal balik karena bea masuk terkait fentanil sebesar 25% yang ditetapkan Trump sebelumnya tetap berlaku, bersama dengan 10% untuk energi dan kalium Kanada. Pembebasan tarif untuk barang-barang yang mematuhi Perjanjian AS-Meksiko-Kanada tentang perdagangan akan berlanjut tanpa batas waktu.
- Meksiko
Presiden Claudia Sheinbaum mengatakan Meksiko tidak akan melakukan balas dendam atas tarif tetapi lebih memilih untuk mengumumkan program komprehensif.
- Australia
Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan Australia akan bernegosiasi dengan AS untuk menghapus tarif tanpa menggunakan mekanisme penyelesaian sengketa dalam Perjanjian Perdagangan Bebas kedua negara. Ia mengatakan pemerintahnya tidak akan mengenakan tarif timbal balik karena hal ini akan meningkatkan harga bagi rumah tangga Australia.
"Kami tidak akan bergabung dalam persaingan yang mengarah pada harga yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat," kata Albanese.
- Uni Eropa
Bernd Lange, ketua komite perdagangan internasional Parlemen Eropa, mengatakan UE akan menanggapi melalui tindakan yang sah, proporsional, dan tegas.
"Saya berharap argumen kami dan ketegasan tanggapan kami akan memberikan insentif yang cukup untuk membawa AS ke meja perundingan," kata Lange.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Irlandia, Simon Harris, mengatakan UE harus menanggapi dengan cara yang proporsional yang melindungi warga negara, pekerja, dan bisnis. Menteri Ekonomi Portugal Pedros Reis menyerukan tanggapan yang tegas dan cerdas.
- Brasil
Pemerintah Brasil, ekonomi terbesar di Amerika Latin, yang dikenai tarif 10% oleh Trump, mengatakan akan mengevaluasi semua tindakan yang mungkin dilakukan untuk memastikan adanya timbal balik dalam perdagangan bilateral, termasuk menggunakan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sebelumnya pada hari itu, Kongres Brasil menyetujui RUU yang menetapkan kerangka hukum bagi Brasil untuk menanggapi potensi tindakan perdagangan sepihak yang menargetkan barang dan jasanya, termasuk tindakan balasan seperti tarif.
