Prabowo Bidik Ekonomi 2026 Melesat 5,4%, Rupiah Dipatok Rp 16.500 per Dolar AS
Presiden Prabowo Subianto menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh lebih kencang pada 2026. Dalam pidato Rancangan Undang-Undang APBN dan Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR, Jumat (14/8/2025), ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4% dengan asumsi nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 16.500 per dolar AS.
“Tingkat pengangguran terbuka tahun 2026 ditargetkan terus turun ke tingkat 4,44% hingga 4,96%. Angka kemiskinan kita turunkan ke 6,5% hingga 7,5%,” kata Prabowo.
Ia juga menyebut target rasio gini pada 2026 berada di kisaran 0,377 sampai 0,38%. Sementara indeks modal manusia ditargetkan mencapai 0,57%, dengan peningkatan indeks kesejahteraan petani dan proporsi penciptaan lapangan kerja formal.
Prabowo berharap pembahasan RAPBN 2026 dapat dilakukan secara konsultatif dengan semangat gotong royong.
“Demi tercapainya cita-cita Indonesia merdeka, berdaulat, adil, dan makmur. Semoga Allah SWT senantiasa memberi rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sekalian dalam melaksanakan tugas dan amanah seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Asumsi Dasar Ekonomi Makro RAPBN 2026
- Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 5,4%, naik dari target 5,2% di APBN 2025.
- Inflasi dijaga stabil di 2,5%.
- Suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan turun menjadi 6,9% dari 7,0% di 2025.
- Nilai tukar rupiah dipatok di Rp16.500 per dolar AS, melemah dari Rp16.000 di 2025.
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP) diproyeksi USD 70 per barel, turun dari USD 82 di 2025.
- Target lifting minyak mentah sebesar 610 ribu barel per hari (naik dari 605 ribu di 2025).
- Target lifting gas bumi sebesar 984 ribu barel setara minyak per hari (turun dari 1.005 ribu di 2025).
Target Pembangunan RAPBN 2026
- Tingkat pengangguran terbuka ditargetkan 4,44%–4,96%, membaik dari 4,5%–5,0% di 2025.
- Rasio Gini diturunkan ke kisaran 0,377–0,380.
- Tingkat kemiskinan ekstrem diperkirakan 0–0,5%.
- Tingkat kemiskinan umum ditargetkan 6,5%–7,5%, turun dari 7,0%–8,0% di 2025.
- Indeks Modal Manusia ditargetkan naik ke 0,57 dari 0,5.
- Indeks Kesejahteraan Petani ditetapkan di 0,7731.
- Proporsi penciptaan lapangan kerja formal ditargetkan 37,95%.
