Anggaran Ketahanan Pangan 2026 Rp 164,4 T, Mayoritas untuk Produksi
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati menargetkan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp 164,4 triliun pada 2026. Angka itu naik sebanyak 5,9% dari 2025 sebesar Rp 155,2 triliun.
Kenaikan itu dipengaruhi oleh pengembangan lahan dan infrastruktur pertanian serta dukungan alat, sarana dan prasarana pertanian. Selain itu,pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang bersumber dari stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Penyaluran tersebut untuk mengatasi dampak kenaikan harga pangan. Pengadaan stok CPP juga memperoleh dukungan investasi dari Pemerintah mulai tahun 2025.
Adapun anggaran ketahanan pangan 2026 diarahkan untuk tiga segmen besar, yakni produksi, distribusi & cadangan pangan, dan konsumsi.
Dari sisi produksi, Sri Mulyani menganggarkan Rp 114,1 triliun, dengan rincian:
- Subsidi pupuk sebesar 9,62 juta ton senilai Rp 46,9 triliun
- Pencetakan sawah dan optimalisasi lahan seluas 550 ribu hektare dengan anggaran Rp 19,7 triliun
- Bantuan alat dan mesin pertanian pra panen tanaman pangan sebanyak 37 ribu unit
- Pembangunan 15 unit bendungan dan irigasi seluas 104 ribu hektare dengan anggaran Rp 12,0 triliun
- Pengembangan kawasan padi seluas 2,1 juta hektare
- Bantuan benih-indukan sebanyak 63,4 juta ekor dan alat penangkap ikan sebanyak 70 unit
- Program Kampung Nelayan Merah Putih mencakup 250 kampung serta program pergaraman nasional seluas 1.000 hektare senilai Rp6,6 triliun
- Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Desa untuk ketahanan pangan senilai Rp12,2 triliun
Kedua, distribusi & cadangan pangan senilai Rp 29,9 triliun:
- Pembangunan jalan usaha tani sepanjang 103 km
- Peningkatan sarana dan prasarana di pelabuhan perikanan
- Pengadaan cadangan pangan melalui Bulog untuk beras dan gabah sebesar 3 juta ton dengan anggaran Rp 22,7 triliun
Ketiga, konsumsi sebesar Rp 6,4 triliun
- Bantuan kerawanan pangan bagi 64,8 ribu orang
- Gerakan pangan murah untuk 39 kelompok masyarakat
- Stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dengan anggaran Rp 5,8 triliun
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subiantomengatakan terdapat tiga program prioritas pangan yang akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026.
Tiga program tersebut adalah penguatan fungsi Perum Bulog senilai Rp 22,7 triliun, pembangunan lumbung pangan senilai Rp 53,3 triliun, dan subsidi pupuk senilai Rp 46,9 triliun untuk 9,62 juta ton.
"Kita harus capai swasembada pangan, terutama beras dan jagung, menjaga stabilitas harga, membuat petani makmur, nelayan sejahtera, dan konsumen aman. Indonesia harus berdaulat dalam urusan pangan," kata Prabowo saat pidato Nota Keuangan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (15/8).
