Antisipasi Pemangkasan Suku Bunga, Rupiah Diprediksi Lanjutkan Pelemahan

Rahayu Subekti
13 November 2025, 09:59
Petugas menunjukkan uang rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (27/10/2025). Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebes
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Petugas menunjukkan uang rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (27/10/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah diprediksi masih akan melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan saat ini investor masih akan mengantisipasi kebijakan moneter yang akan diambil Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 18-19 November 2025.

“Rupiah diperkirakan masih akan tertekan terhadap dolar AS oleh antisipasi pemangkasan suku bunga oleh BI minggu depan,” kata Lukman kepada Katadata.co.id, Kamis (13/11).

Lukman menjelaskan, tekanan -terhadap rupiah ini masih berpotensi terjadi meski indeks dolar AS terpantau turun. Hal ini dikarenakan pernyataan dovish dari beberapa pejabat The Fed.

“Rupiah diperkirakan akan berada di level Rp 16.650 per dolar AS hingga Rp 16.800 per dolar AS,” ujarnya.

Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka pada level Rp 16.731 per dolar AS. Level ini melemah 14 poin atau 0,08% dari penutupan sebelumnya.

Meskipun diproyeksikan melemah, potensi penguatan tipis masih terbuka. Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana menilai rupiah berpeluang menguat menuju Rp 16.700 per dolar AS didorong oleh meredanya ketidakpastian politik di Amerika Serikat.

“Faktor pendukungnya antara lain segera berakhirnya potensi government shutdown AS serta pernyataan pejabat The Fed Christopher Waller yang mengindikasikan tekanan di pasar tenaga kerja AS,” ujar Fikri.

 

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...