US-Indonesia Investment Summit Dorong Reformasi Kebijakan demi Investasi

Hari Widowati
18 November 2025, 06:34
investasi, Indonesia, AS
Dok. AmCham Indonesia
U.S. Chamber of Commerce (USCC) dan American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham) akan menyelenggarakan 2025 US-Indonesia Investment Summit untuk mendorong reformasi kebijakan yang berani demi iklim investasi yang lebih baik.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

US Chamber of Commerce (USCC) dan American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham) menyelenggarakan 2025 US-Indonesia Investment Summit. Konferensi tersebut akan mendorong Indonesia mempercepat reformasi kebijakan yang berani demi membangun iklim investasi yang lebih terbuka, dapat diprediksi, dan kompetitif.

Managing Director AmCham Indonesia Donna Priadi mengatakan, tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi momen penting untuk transisi kebijakan dan kemajuan nyata dalam memperbaiki iklim investasi.

"Reformasi kebijakan struktural yang menyeluruh sangat penting bagi Indonesia dalam mengejar aspirasinya untuk masuk ke jajaran lima besar ekonomi dunia pada 2045, bertepatan dengan seratus tahun kemerdekaan," ujar Donna, di Jakarta, Senin (17/11).

Untuk tetap berada di jalur tersebut, Donna menilai Indonesia harus membuka pintu lebih lebar terhadap investasi asing langsung (Foreign Direct Investment). Indonesia juga harus selaras dengan ekspektasi investor terhadap transparansi kebijakan, kepastian regulasi, reformasi hukum, dan kesetaraan perlakuan antara sektor swasta dan badan usaha milik negara (BUMN).

Donna mengatakan bisnis AS tetap menjadi mitra yang berkomitmen dalam perjalanan ekonomi Indonesia. Banyak perusahaan AS telah beroperasi di Indonesia selama beberapa dekade, melewati berbagai transisi politik sambil terus berkembang dan berinvestasi.

“Kami berkomitmen bekerja sama dengan Indonesia untuk menjadikan momen transisi ini sebagai fondasi bagi kemakmuran bersama,” ujar Donna.

Dengan adanya prospek perjanjian perdagangan yang berorientasi pada reformasi dengan AS dan agenda reformasi yang berlanjut dalam proses aplikasi Indonesia untuk menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk menjadi negara yang lebih terbuka, kompetitif, dan berorientasi pada pertumbuhan.

John Goyer, Wakil Presiden untuk Asia Tenggara dan Oseania di U.S. Chamber, mengatakan Indonesia berada pada titik kritis, dan reformasi kebijakan dapat mengubah iklim investasi, membuka peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi bisnis Amerika, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi jangka panjang Indonesia.

“Pesan kami jelas: kejelasan, konsistensi, dan daya saing kini lebih penting dari sebelumnya,” ujar Goyer.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar AS di Jakarta, Peter Haymond, dalam pidatonya menyebut US-Indonesia Investment Summit menyoroti pentingnya dan manfaat investasi serta prioritas ekonomi AS dalam konteks iklim investasi Indonesia, arah kebijakan ekonomi, dan lingkungan regulasi nasional.

“Keterlibatan ekonomi Amerika Serikat berkontribusi pada kekuatan dan kemakmuran bagi Amerika Serikat dan Indonesia, dan kami berharap dapat melakukan lebih banyak lagi bersama-sama,” kata Haymond.

Investasi AS Satu Dekade Terakhir Hampir US$ 67 Miliar

Dalam Summit ini, U.S. Chamber dan AmCham juga meluncurkan US-Indonesia Investment Report 2025: A Year of Transition, yang menyoroti ketangguhan hubungan ekonomi bilateral. Selama satu dekade terakhir, perusahaan-perusahaan AS telah menanamkan hampir US$ 67 miliar (Rp 1.121,3 triliun, kurs Rp 16.740/US$). Perusahaan-perusahaan AS itu menghasilkan lebih dari US$ 130 miliar (Rp 2.175,6 triliun) output ekonomi melalui efek berganda (spillover effects).

Laporan tersebut juga memberikan rekomendasi untuk memperkuat tata kelola, menyederhanakan birokrasi, memodernisasi kebijakan perdagangan dan digital, serta mendorong pertumbuhan yang inklusif.

Tahun ini, US-Indonesia Investment Summit akan dihadiri oleh:
∙ Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
∙ Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan
∙ Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono
∙ Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup Hashim Djojohadikusumo

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...