PDB Indonesia Diprediksi Pulih Usai Lewati Titik Terendah
Komitmen Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memacu pertumbuhan telah menunjukkan indikasi positif. Hal tersebut terungkap berdasarkan laporan terbaru dari Ekonom Macquarie Capital Indonesia, Ari Jahja, yang menyatakan momentum ekonomi Indonesia diperkirakan telah melewati titik kritisnya.
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diperkirakan telah mencapai titik terendah (bottomed) pada kuartal III-2025.
"Kami memproyeksikan adanya perbaikan makro secara bertahap yang didorong oleh peningkatan belanja fiskal (pemerintah), konsumsi yang lebih tinggi, dan dorongan investasi," tulis Ari dalam laporan riset Macquarie Capital Indonesia, seperti dilansir Badan Komunikasi Pemerintah (19/11).
Riset tersebut memproyeksikan pertumbuhan PDB Indonesia mencapai 5,2% untuk Tahun Fiskal 2026, dengan defisit anggaran yang tetap terkendali di angka 3%. Meskipun disebut sebagai proyeksi yang lebih konservatif dari ekspektasi pasar, angka ini menunjukkan stabilitas fundamental yang kuat.
Selain itu, fokus pemerintah pada eksekusi anggaran juga mulai terlihat hasilnya. "Kami mengamati tanda-tanda peningkatan pada makroekonomi dan belanja pemerintah yang terlihat sejauh Kuartal IV ini," ungkap Ari.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan Oktober 2025 sebesar 5,04% (year-on-year/YoY). Pemerintah tetap optimistis akhir tahun 2025 pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh di atas 5,5%. Indikasinya tren inflasi dan berbagai indikator seperti indeks keyakinan konsumen, PMI, serta data pengeluaran bank menunjukkan arah penguatan.
