Rupiah Diramal Melemah Terbatas, Investor Tunggu Data Cadangan Devisa RI
Nilai tukar rupiah diproyeksikan akan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Pelemahan rupiah ini dikarenakan pergerakan dolar AS yang terus menguat beberapa waktu terakhir ini.
“Rupiah diperkirakan masih akan tertekan oleh dolar AS yang kembali menguat oleh data ISM service yang lebih kuat dari perkiraan,” kata Analis Doo Financial Futures Lukman Leong kepada Katadata.co.id, Kamis (8/1).
Namun, Lukman mengatakan pelemahan rupiah ini akan terbatas, Sebab menurutnya para investor juga masih menantikan data cadangan devisa Indonesia pada hari ini.
“Rupiah akan berada di level Rp 16.700 per dolar AS hingga Rp 16.850 per dolar AS,” ujar Lukman.
Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka pada level Rp 16.797 per dolar AS. Level ini melemah 17 poin atau 0,10% dari penutupan sebelumnya.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi juga memproyeksikan hal yang sama. “Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.780 per dolar AS hingga Rp 16.810 per dolar AS,” kata Ibrahim.
Ibrahim menambahkan, investor juga akan mengamati dengan cermat data penggajian non-pertanian AS Desember 2025 yang akan dirilis Jumat pekan ini. Hal ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang suku bunga.
“Kekuatan pasar tenaga kerja merupakan pertimbangan utama bagi Federal Reserve dalam mengubah suku bunga,” ujar Ibrahim.
Selain itu, invasi AS ke Venezuela juga tetap menjadi poin penting yang perlu diwaspadai oleh pasar. Presiden AS Donald Trump mengatakan Caracas telah setuju untuk memasok antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro akhir pekan lalu.
