Purbaya: Thomas Djiwandono Bakal Keluar Gerindra dan BI Tetap Independen

Ade Rosman
20 Januari 2026, 17:29
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) berbicang bersama Wamen Keuangan Suahasil Nazara (kedua kiri), Thomas Djiwandono (kedua kanan), Dirjen Anggaran Luky Alfirman (kiri) dan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) berbicang bersama Wamen Keuangan Suahasil Nazara (kedua kiri), Thomas Djiwandono (kedua kanan), Dirjen Anggaran Luky Alfirman (kiri) dan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu (kanan) memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono akan keluar dari kepengurusan Partai Gerindra jika nantinya masuk sebagai Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI).

“Pasti dia enggak akan di Gerindra lagi tuh kalau dugaan saya ya, atau di Gerindra pun di belakang,” Kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1).

Purbaya juga menyebutkan masuknya Thomas ke dalam struktur Bank Indonesia tidak akan berpengaruh pada independensi instansi tersebut.

Ia menggambarkan, Dewan Gubernur BI diisi oleh tujuh orang, sehingga di dalam pengambilan keputusan memerlukan persetujuan seluruhnya. Hal ini, menurut Purbaya, menjadi jaminan bahwa BI akan tetap independen nantinya.

“Satu (Dewan Gubernur) bisa mengendalikan tujuh enggak? Enggak bisa kan, seandainya Gerindra pun. Itu kan pasti akan debat, akan diskusi dan kalau kepepet voting. Walaupun—dan Gubernur punya hak veto,” kata dia.

Adapun, salah satu syarat pencalonan berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) melarang anggota partai untuk dicalonkan. Purbaya meyakini Thomas akan mundur sebelum uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang akan dilaksanakan oleh DPR nantinya.

“Pasti dia mundur nanti kan. Kan gampang, selesai. Saya pikir pas fit and proper dia sudah mundur nanti sebelum fit and proper kalau aturannya seperti itu. Kalau di LPS kan gitu enggak boleh ini, di sini juga sama, pasti mundur dulu. Enggak ada masalah,” katanya.

Thomas Djiwandono merupakan keponakan Prabowo. Tommy itu merupakan putra pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati. Soedradjad merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini mengajar di Nanyang Technological University, Singapura. Sedangkan Biantiningsih merupakan kakak kandung Prabowo.

Thomas mengenyam pendidikan bidang studi sejarah di Haverford Colloge, Pennsylvania, Amerika Serikat dan mengambil master di bidang International Relations and International Economics di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, Amerika Serikat.

Sebelumnya, Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Mukhamad Misbakhun mengungkapkan tiga nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diajukan Presiden Prabowo Subianto. Ketiganya, yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M Juhro

Politikus Partai Golkar ini menuturkan, Komisi XI DPR akan melaksanakan rapat internal pada Selasa (20/11) untuk menentukan jadwal uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test ketiganya. Rencananya, fit and proper test akan dilaksanakan pekan ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...