Airlangga: Indonesia dalam Posisi Take Off Kejar Target Ekonomi 8 Persen

Ade Rosman
13 Februari 2026, 17:31
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pidato pembukaan pada Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). IES 2026 yang diselenggarakan 3-4 Februari 2026 tersebut merupakan wadah strategis bagi mitra
ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pidato pembukaan pada Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). IES 2026 yang diselenggarakan 3-4 Februari 2026 tersebut merupakan wadah strategis bagi mitra global untuk memperoleh pemahaman terkini mengenai arah kebijakan ekonomi dan prioritas pembangunan Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengibaratkan perekonomian Indonesia sebagai pesawat yang bersiap lepas landas untuk mencapai target pertumbuhan 8% sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Airlangga mengatakan perekonomian Indonesia sempat tertahan oleh gejolak global di masa lalu. Kali ini, kata dia, pemerintah optimistis karena momentumnya lebih matang.

“Kita pernah mau ‘take off’ di tahun 1998 tetapi ada gangguan internasional. Nah, sekarang kita akan ‘take off’ dalam dua tahun ke depan,” kata Airlangga dalam acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (13/2).

Dalam paparannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto itu, ia menggunakan analogi ‘take off’ itu untuk menggambarkan fase akselerasi ekonomi yang membutuhkan kesiapan menyeluruh, mulai dari kekuatan mesin hingga landasan yang kokoh.

Menurut dia, dari sisi produksi, mesin pertumbuhan harus digerakkan secara harmonis oleh belanja pemerintah, investasi swasta, serta peran Danantara sebagai instrumen pembiayaan dan investasi strategis.

Ia menjelaskan, agar ‘pesawat’ benar-benar terbang tinggi, stabilitas dan prediktabilitas kebijakan menjadi faktor krusial. Begitu pula dengan sistem keuangan baik perbankan maupun pasar keuangan yang juga perlu semakin dalam untuk menopang ekspansi usaha.

Di sisi lain, dorongan permintaan harus tetap kuat melalui konsumsi masyarakat dan ekspor. Ia menyebut sektor tekstil yang dinilai memiliki potensi lonjakan signifikan jika akses pasar global diperluas.

“Kalau kita buka semua, dalam 10 tahun ke depan diperkirakan bisa meningkat 10 kali, sehingga kesempatan kerja menjadi lebih tinggi,” katanya.

Sedangkan, ‘landasan’ untuk lepas landas ‘pesawat’ itu yakni investasi yang kuat, birokrasi yang sederhana, serta penegakan hukum yang pasti.

Pemerintah meyakini, kombinasi dari hal-hal itu dapat membuat ekonomi Indonesia stabil dan berkelanjutan kedepannya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...