Mentan: 94 Ribu Hektar Sawah Terimbas Banjir Sumatra, Tapi Bisa Langsung Ditanam
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan sekitar 94 ribu hektare lahan sawah terdampak pascabencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Meski demikian, sebagian besar lahan bisa segera ditanami kembali setelah perbaikan irigasi.
“Untuk sawah-sawah yang rusak ada kabar yang menggembirakan. Tanah longsoran itu adalah humus dan cukup subur. Sehingga tidak perlu perlakuan khusus, hanya irigasinya kita perbaiki dan langsung lakukan penanaman,” ujar Amran dalam rapat bersama DPR RI, Rabu (18/2).
Ia menyampaikan, Kementerian Pertanian telah melakukan rehabilitasi jaringan irigasi serta mengirim bantuan sarana produksi. Hingga saat ini, proses penanaman kembali telah dilakukan di sekitar 39 ribu hektare lahan.
Dari sisi dukungan anggaran, menurut Amran, terdapat bantuan reguler yang bersumber dari Bappenas mencapai sekitar Rp 1 triliun. Selain itu, ada bantuan nonreguler dari mitra sebesar Rp75,8 miliar sehingga total realisasi bantuan yang telah digelontorkan mencapai Rp 1,52 triliun.
Untuk pemulihan lanjutan, Kementerian Pertanian telah menyampaikan rencana kebutuhan anggaran kepada Bappenas dan Menteri Keuangan.
Anggaran reguler 2025 sebesar Rp1,49 triliun telah digeser ke 2026. Selain itu, dibutuhkan tambahan anggaran Rp2,1 triliun pada 2026 dan Rp1,1 triliun pada 2027, sehingga total kebutuhan mencapai Rp4,7 triliun.
Dari jumlah tersebut, Rp 1,4 triliun telah dialokasikan dari anggaran reguler Kementerian Pertanian.
Amran juga memastikan ketersediaan pangan dalam kondisi aman. Ia menyebut stok beras nasional saat ini mencapai 3,5 juta ton, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Sedamhla stok beras di lapangan diperkirakan sekitar 100 ribu ton, atau setara kebutuhan tiga bulan ke depan di wilayah terdampak.
“Kami lihat di lapangan cukup untuk tiga bulan ke depan. Dan stok nasional kita hari ini, alhamdulillah, tertinggi, yaitu 3,5 juta ton,” katanya.
