Outlook Negatif Fitch Ratings Jadi Catatan, Pemerintah akan Perkuat Fiskal

Ade Rosman
5 Maret 2026, 12:40
Fitch Ratings, Indonesia, outlook
Katadata/Hari Widowati/AI
Ilustrasi FitchRatings
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah menjadikan perubahan outlook utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat global Fitch Ratings sebagai catatan penting untuk memperkuat kondisi fiskal ke depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, meski outlook diturunkan dari stabil menjadi negatif, fundamental ekonomi nasional tetap terjaga.

Airlangga mengatakan, dinamika ekonomi global saat ini tengah menghadapi tekanan yang tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga konflik geopolitik yang terjadi di berbagai kawasan dunia.

Menurutnya, ketidakpastian global tersebut turut mempengaruhi proyeksi ekonomi dan penilaian lembaga pemeringkat terhadap berbagai negara.

“Ekonomi dunia semuanya terpengaruh, bukan hanya oleh Fitch, tetapi oleh perang,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (5/3).

Ia mengatakan, perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang membuat outlook ekonomi global diperkirakan mengalami berbagai perubahan.

Kendati begitu, Airlangga menegaskan posisi Indonesia masih berada pada level investment grade, yang menunjukkan  perekonomian nasional masih dinilai memiliki fundamental yang kuat oleh lembaga pemeringkat internasional.

“Yang penting kan Indonesia tetap investment grade,” katanya.

Evaluasi Fitch untuk Perkuat Kebijakan Fiskal

Airlangga menyebut pemerintah akan mempelajari berbagai peringatan atau catatan yang diberikan Fitch sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat kebijakan ekonomi ke depan, khususnya dari sisi fiskal.

Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah memperkuat penerimaan negara, terutama melalui peningkatan rasio pajak. 

Airlangga mengatakan, untuk mendukung hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Keuangan tengah mendorong implementasi sistem administrasi perpajakan baru atau coretax system.

Ia berharap, sistem ini mampu memperbaiki pengelolaan data perpajakan, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta memperluas basis penerimaan negara.

Pemerintah menilai penguatan penerimaan negara menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga ketahanan fiskal nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Nah, kita akan terus kawal coretax ini agar rasio pajak bisa kita tingkatkan,” kata Airlangga.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...