Respons Fitch, Purbaya akan ke Luar Negeri untuk Jelaskan Kebijakan Fiskal RI

Ade Rosman
7 Maret 2026, 10:51
Purbaya, fitch, makro
ANTARA FOTO/Fauzan/nz
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri) menyampaikan paparannya saat diskusi panel Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat dan pasar tak takut kepada dampak keputusan lembaga pemeringkat global Fitch Ratings yang memangkas outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Dia juga akan berkeliling negara-negara lain untuk menjelaskan perekonomian Indonesia dan kebijakan fiskal yang diambil pemerintah.. Purbaya menduga, penilaian Fitch karena Menteri Keuangan jarang melawat ke luar negeri. 

Purbaya mengatakan, niatnya itu disengaja karena ia akan pergi ke luar negeri ketika ekonomi Indonesia telah tumbuh 6%. “April saya akan keluar negeri untuk memastikan bahwa Menteri Keuangan mengerti apa yang dikerjakan,” katanya dalam acara buka bersama awak media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3). 

Purbaya mengatakan, fondasi perekonomian Indonesia masih kuat, dan saat ini masih dalam fase akselerasi pertumbuhan ekonomi.  Bahkan menurutnya, situasi ini menjadi momentum yang pas bagi para investor untuk membeli saham. 

“Jadi tidak usah takut, Fitch mengeluarkan outlook negatif, fondasi kita masih kuat,” kata Purbaya.

Purbaya mengatakan bahwa ia tengah memperbaiki fondasi ekonomi sehingga, para investor saham tak perlu khawatir. Dia juga akan mengerahkan segala instrumen untuk merealisasikan janjinya. 

Selain itu, ia juga menjanjikan agar sektor swasta berjalan juga menjaga mesin penggerak perekonomian. Tak hanya itu, Purbaya juga akan mendorong pendanaan dari Indonesia Investment Authority (INA) bisa meningkat.

"Punya uang banyak dia, belum terlalu digunakan secara maksimal. Kami akan pastikan dia bekerja lebih keras ke depan,” kata Purbaya. 

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya berpandangan, Fitch menganggap Menteri Keuangan baru RI tak bisa berhitung anggaran. Anggapan itu dilontarkan Purbaya lantaran menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia stabil dan terkendali. 

Ia merasa heran, karena menurutnya jika melihat dari rasio utang ke produk domestik bruto (PDB) berada di titik aman, begitu pula dari sisi defisit, dan pertumbuhan ekonomi. 

Ia menggambarkan tahun lalu Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di G20. Dia mengatakan, sejumlah negara tetangga, seperti Thailand, Malaysia, serta Vietnam kinerja ekonomi tak sebagus Indonesia.

“Mungkin masih pemerintahan baru dan Menteri Keuangan baru, jadi mereka sangsi," kata Purbaya.

Purbaya juga mengklaim cara pemerintah Indonesia dalam mengendalikan ekonomi pada 2025 telah baik. Ia pun menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh cepat, untuk menghilangkan keraguan lembaga-lembaga pemeringkat seperti Fitch.

“Kalau hitungan kita, triwulan pertamanya mencapai 5,5 sampai 6%. Mudah-mudahan lebih cepat dari 5,5%," katanya. 

Ia juga menegaskan telah melakukan langkah serius pada hal lainnya, seperti likuiditas di sektor finansial, membereskan kendala berbisnis yang memberikan dampak ke perekonomian,hingga menjalin kerjasama dengan Amerika Serikat yang menguntungkan sejumlah sektor. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...