BPS Prediksi Produksi Padi Maret 2026 Turun karena Luas Panen Berkurang

Image title
1 April 2026, 13:59
BPS, produksi padi, luas panen
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/foc.
Seorang petani membawa padi dalam keranjang saat panen di area persawahan Desa Wonojoyo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengungkapkan produksi padi pada Maret 2026 diperkirakan menurun seiring menyusutnya luas panen pada periode awal tahun.

Ateng mengatakan, potensi produksi padi pada Maret hingga Mei 2026 diperkirakan hanya mencapai 20,68 juta ton gabah kering giling (GKG), turun sebesar 2,59 juta ton atau 11,12% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Penurunan ini sejalan dengan berkurangnya luas panen pada periode tersebut.

“Potensi luas panen padi Maret sampai Mei 2026 diperkirakan sebesar 3,85 juta hektare, turun 0,46 juta hektare atau 10,60% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4).

Secara kumulatif, luas panen padi sepanjang Januari hingga Mei 2026 diperkirakan mencapai 5,35 juta hektare, atau turun 2,35% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Kondisi ini turut memengaruhi total produksi padi nasional.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, produksi padi diperkirakan mencapai 28,77 juta ton GKG, atau menurun sebesar 0,65 juta ton (2,22%) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, kinerja produksi pada Februari 2026 sempat menunjukkan peningkatan signifikan. Produksi padi pada bulan tersebut diperkirakan mencapai 5,05 juta ton GKG, naik 27,41% dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 3,96 juta ton GKG.

Kenaikan ini ditopang oleh luas panen Februari 2026 yang mencapai 0,94 juta hektare, meningkat 23,62% dibandingkan Februari tahun lalu.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...