Purbaya Tanggapi Harga Plastik Naik: Masih Terkendali

Ade Rosman
8 April 2026, 13:01
purbaya, harga plastik naik
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/agr
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kenaikan harga plastik yang terdampak kenaikan minyak bumi akibat perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Purbaya tak menampik kenaikan harga plastik, namun ia menyebut kenaikan itu masih terkendali. 

Bendahara negara ini mengatakan, sebagai pembuat kebijakan, pemerintah memantau dan memetakan dampak kenaikan harga minyak. 

“Jadi kita lihat ke depan seperti apa. Ini dampak kenaikan BBM bukan, tapi yang jelas katanya harga plastik sudah naik, karena bahan baku plastik bukan dari minyak juga. Tapi, secara umum masih terkendali,” kata Purbaya di kantornya, Selasa (7/4). 

Di sisi lain, ia mengatakan sebagai regulator ia menyisir penyebab inflasi dikarenakan demand pull atau bukan. Jika karena ini, purbaya mengatakan menunggu bank sentral sebelum Kemenkeu bergerak menyesuaikan. 

Demand pull adalah inflasi karena permintaan yang terlalu tinggi karena ekonomi tumbuh terlalu cepat sehingga harga naik dan kepanasan. Kalau itu yang terjadi maka kita harus perlambat pertumbuhan ekonomi,” katanya. 

Kemudian, ada pula inflasi karena dorongan harga atau cost push

“Kalau ini kan pasti karena biaya transportasi mungkin apa yang ada yang naik sedikit. Itu dari biaya, kalau minyak biasanya (dampaknya) ke cost. Kalau cost push, kebijakan Bank Sentral enggak terlalu efektif untuk memperlambat ekonomi,” katanya. 

Salah satu efek dari perang antara Iran dan Amerika Serikat-Israel telah merangsek masuk ke pedagang-pedagang kecil di Indonesia. Seorang pedagang sayur di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengeluhkan harga plastik yang naik Rp 6.000 per pak menjadi Rp 23.000. 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan, ia mendapat banyak keluhan serupa. Lonjakan harga kemasan plastik dipicu kenaikan harga bahan baku bijih plastik. 

“Naiknya luar biasa, karena bijih plastik itu kan (produk turunan) bahan bakar minyak,” kata Zulhas di Jakarta, pada akhir Maret lalu.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...