BPS: Indonesia Resmi Masuki Fase Penuaan Penduduk, Lansia Hampir 12%
Indonesia resmi memasuki fase penuaan penduduk (aging population) berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, persentase penduduk lanjut usia (lansia) pada 2025 mencapai 11,97%. Angka ini telah melampaui ambang batas suatu negara dikategorikan memasuki fase penuaan penduduk, yakni ketika proporsi penduduk usia 60 tahun ke atas mencapai minimal 10%.
“Persentase lansia hasil SUPAS 2025 sebesar 11,97% menunjukkan bahwa Indonesia sudah memasuki fase aging population,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (5/5).
Secara wilayah, fenomena ini belum merata. Sebanyak 16 provinsi telah masuk fase penuaan penduduk, sementara 22 provinsi lainnya masih belum. Hampir seluruh provinsi di Pulau Jawa tercatat sudah memasuki fase tersebut, sedangkan wilayah Maluku dan Papua umumnya masih berada di bawah ambang batas.
Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi provinsi dengan persentase lansia tertinggi, yakni 17,83%, diikuti Jawa Timur 15,45% dan Bali 15,07%.
Sebaliknya, persentase terendah terdapat di Papua Tengah sebesar 6,71%, Papua Barat 6,77%, dan Papua Selatan 6,81%.
Selain itu, jumlah penduduk Indonesia juga terus meningkat. Hasil SUPAS 2025 mencatat total penduduk mencapai 284,67 juta jiwa, naik dari 237,64 juta jiwa pada Sensus Penduduk 2010. Meski demikian, laju pertumbuhan penduduk melambat menjadi 1,08% per tahun dalam lima tahun terakhir.
Pergeseran Komposisi Penduduk
Dari sisi struktur umur, Indonesia masih didominasi oleh penduduk usia produktif (15–64 tahun) yang mencapai 68,94%. Namun, terjadi pergeseran komposisi penduduk, di mana kelompok usia muda (0–14 tahun) dan usia produktif mulai menyempit, sementara kelompok usia lanjut (65 tahun ke atas) semakin melebar.
Perubahan struktur ini turut memengaruhi rasio ketergantungan, yang pada 2025 tercatat sebesar 45,05. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 45 penduduk usia non-produktif.
Selain itu, distribusi penduduk masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, dengan porsi mencapai 55,65% dari total populasi nasional.
