Bappenas Dorong Kawasan Timur Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah akan mendorong kawasan timur Indonesia tumbuh lebih tinggu guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy menegaskan pembangunan tidak boleh hanya terpusat di Jakarta dan wilayah barat Indonesia.
"Kami mendorong kawasan timur Indonesia tumbuh lebih tinggi dengan tetap menjaga pertumbuhan kawasan barat Indonesia,” ujar Rachmat dalam Rakorbangpus RKP Tahun 2027, Kamis (7/5).
Ia menilai, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,9 hingga 7,5% tidak akan tercapai tanpa dukungan pertumbuhan ekonomi daerah. Adapun arah pembangunan tiap wilayah akan disesuaikan dengan karakteristik ekonominya.
Sulawesi misalnya, diarahkan menjadi pusat industrialisasi berbasis sumber daya alam, sedangkan Sumatera diproyeksikan menjadi mata rantai utama bioindustri dan kemaritiman nasional.
Dorongan tersebut sejalan dengan data pertumbuhan ekonomi regional yang dirilis Badan Pusat Statistik. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal I 2026 justru terjadi di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.
Menurut Amalia, Maluku Utara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional sebesar 19,64%. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kuatnya sektor industri pengolahan.
Sementara itu, Nusa Tenggara Barat tumbuh 13,64%, terutama ditopang sektor pertambangan dan industri pengolahan hasil tambang. Industri pengolahan di provinsi tersebut bahkan tumbuh hingga 60,25% seiring mulai beroperasinya perusahaan pengolahan hasil tambang.
