Harga Bensin hingga Laptop Naik, Inflasi Tahunan Mei 2026 Capai 3,08%

Ade Rosman
2 Juni 2026, 11:54
inflasi, bensin
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/bar
Kenaikan harga bensin menjadi salah satu penyumbang inflasi pada April 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Mei 2026 mencapai 3,08% secara tahunan atau year on year (yoy). Kenaikan harga terjadi pada bahan pangan, bensin, hingga barang elektronik seperti laptop. 

“Pada Mei 2026, terjadi inflasi month to month sebesar 0,28% dan inflasi year on year sebesar 3,08%,” kata Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6). 

Berdasarkan catatan BPS, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. Secara kumulatif, inflasi tahun kalender atau year to date hingga Mei 2026 tercatat sebesar 1,35%. 

Pudji memaparkan, penyumbang utama inflasi mei 2026 secara year on year adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inlfasi 1,43%. Kenaikan harga, terutama terjadi pada komoditas ikan segar, beras, daging ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, sigaret kretek mesin (SKM), dan cabai merah, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil inflasi 0,70% terutama pada komodidas emas perhiasan. 

Sementara itu, penyumbang utama inflasi Mei 2026 secara month to month adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi 0,12%, terutama untuk komoditas cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan beras. 

Serta kelompok transportasi dengan andil inflasi 0,07% terutama pada komoditas bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, solar, dan pemeliharaan. 

Adapun, menurut wilayah, secara bulanan inflasi terjadi di 31 provinsi, sedangkan 7 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Maluku sebesar 0,93%, sementara deflasi terdalam terjadi di Provinsi Gorontalo sebesar 0,96%. 

Secara tahunan atau year on year, inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 3,08%, lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Mei 2025 sebesar 1,60%. 

Berdasarkan komponen, secara tahunan seluruh komponen mengalami inflasi. Komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 1,66% dengan tingkat inflasi 2,59%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi diantaranya emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi, sewa rumah, serta mobil.

Sementara itu, komponen bergejolak memberikan andil inflasi sebesar 1,02% dengan tingkat inflasi 6,24%. Inflasi terutama didorong oleh beberapa komoditas seperti beras, daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan daging sapi. 

Komponen harga diatur pemerintah mencatat andil inflasi terendah sebesar 0,40% dengan tingkat inflasi 2,07 persen. Inflasi Mei 2026 dari kelompok ini didorong oleh kenaikan tarif angkutan udara, Sigaret Kretek Mesin (SKM), telepon seluler, laptop, bahan bakar rumah tangga, Sigaret Kretek Tangan (SKT), dan Sigaret Putih Mesin (SPM).

Menurut wilayah, seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 5,94%, sedangkan inflasi terendah terjadi di Lampung sebesar 1,94%. BPS juga mencatat 17 provinsi mengalami inflasi tahunan diatas tingkat inflasi nasional yang sebesar 3,08%.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...