Rupiah Undervalued: Momentum untuk Diversifikasi ke Aset Valas

Tim Publikasi Katadata
Oleh Tim Publikasi Katadata - Uji Sukma Medianti
3 Juni 2026, 14:51
Seorang wanita melintas di depan gerai penukaran mata uang asing (valas).
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Seorang wanita melintas di depan gerai penukaran mata uang asing (valas).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Data Bank Indonesia (BI) per April 2026 mengindikasikan bahwa nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai fundamentalnya. Kondisi melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ini disebut juga sebagai undervalued.

Pergerakan nilai tukar rupiah masih menjadi perhatian pasar hingga saat ini. Berdasarkan kurs referensi JISDOR Bank Indonesia per 3 Juni 2026, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.950 per dolar AS.

Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika nilai tukar perlu dilihat secara lebih strategis. Rupiah yang berada dalam tekanan atau dinilai undervalued dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari sentimen pasar, arah kebijakan moneter, hingga perubahan kondisi ekonomi global. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Arti Rupiah “Undervalued”?

Istilah undervalued pada nilai tukar sebuah mata uang merujuk pada kondisi melemahnya nilai fundamental uang tersebut. Di dalam konteks rupiah, undervalued artinya nilai tukarnya terhadap dolar AS dinilai terlalu lemah.

Para pakar ekonomi menyebut bahwa penilaian ini tidak bersifat mutlak atau sangat relatif. Namun, pengukuran nilai tukar fundamental melibatkan pendekatan yang menggambarkan situasi ekonomi dalam dan luar negeri.

Implikasi Kondisi Rupiah "Undervalued"

Pernyataan BI terkait kondisi rupiah yang undervalued mencerminkan kekhawatiran atas tekanan nilai tukar. Penilaian nilai tukar rupiah di bawah nilai fundamentalnya tidak selalu membawa dampak negatif, ada pula dampak positifnya.

Untuk lebih jelas terkait pembahasan implikasi kondisi rupiah undervalued dapat Anda simak berikut ini:

  • Inflasi Impor

Dampak negatif yang pasti terjadi saat rupiah mengalami undervalued adalah peningkatan biaya impor atau inflasi impor. Artinya, biaya impor bahan baku dan barang-barang modal produksi menjadi lebih mahal.

Jika kondisi ini terjadi, tentu harga produksi jadi meningkat dan akhirnya memengaruhi inflasi secara masif di dalam negeri.

Salah satu contoh paling sederhana adalah kenaikan bahan-bahan impor seperti bahan bakar minyak (BBM), yang mana juga dipengaruhi oleh kondisi perang Timur Tengah.

  • Beban Utang Luar Negeri

Rupiah yang mengalami undervalued juga berdampak pada beban utang luar negeri yang juga meningkat. Pemerintah atau perusahaan yang memiliki utang dalam mata uang asing atau dolar AS harus mengeluarkan lebih banyak rupiah untuk melunasi utang.

Kondisi yang terus-menerus terjadi akan meningkatkan bunga dan mengakibatkan gagal bayar di kemudian hari.

  • Intervensi Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) sebagai lembaga keuangan utama memiliki hak untuk mengintervensi kondisi rupiah yang mengalami undervalued. Tujuannya agar mata uang dalam negeri tidak terdepresiasi terlalu dalam karena sentimen.

Berbagai intervensi yang dilakukan BI adalah penjualan dolar ke pasar, penyesuaian suku bunga agar aliran modal mudah masuk hingga pengelolaan premi risiko untuk menarik kembali kepercayaan investor.

  • Capital Outflow

Dampak negatif lain dari kondisi rupiah undervalued adalah ketidakpastian pasar sehingga modal keluar (capital outflow). Sentimen negatif memicu kekhawatiran pada kalangan investor.

Sehingga kepercayaan investor asing menjadi berkurang terhadap prospek perkembangan ekonomi Indonesia. Hal ini yang seharusnya dicegah karena dapat menghambat kondisi ekonomi dalam negeri.

  • Sektor Ekspor Diuntungkan

Selain dampak negatif, ternyata rupiah yang mengalami undervalued memiliki dampak positif. Salah satu dampak positifnya adalah peningkatan daya saing ekspor.

Produk-produk ekspor dari Indonesia menjadi lebih murah dan tentu hal ini baik untuk meningkatkan nilai kompetitif pada pasar global. Alhasil, volume ekspor menjadi lebih tinggi dan pendapatan devisa negara meningkat.

Mengoptimalkan Investasi Nilai Mata Uang Asing

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dalam negeri terkait kondisi rupiah yang undervalued, terdapat cara strategis untuk dapat Anda lakukan agar kondisi finansial tetap stabil. Antisipasi skala mikro dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung stabilitas rupiah.

Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah mengoptimalkan investasi pada nilai mata uang asing (valas). Berikut cara optimalisasi investasi valas yang dapat Anda lakukan: 

  • Pilih Waktu Pembelian yang Tepat

Selalu pantau dinamika kurs terkini dengan rutin agar Anda dapat membeli saat nilai mata uang asing sedang rendah terhadap rupiah. Hal ini bertujuan agar dapat memaksimalkan potensi keuntungan.

Untuk proses pemantauan yang lebih mudah dan real-time, Anda sebaiknya menggunakan rekening valas pada bank konvensional. Selain mudah, cara ini juga membantu menjaga keamanan investasi Anda.

  • Pilih Mata Uang Terkuat

Cara berikutnya adalah memilih mata uang yang kuat atau dengan volume perdagangan tinggi dan memiliki cadangan devisa besar.

Beberapa pilihan valas yang dapat Anda pertimbangkan adalah Dolar AS (USD), Euro (EUR), Yen Jepang (JPY), Pound Sterling (GBP), Dolar Singapura (SGD) dan Dolar Australia (AUD).

  • Diversifikasi Portofolio

Metode diversifikasi portofolio juga mampu membantu Anda mengantisipasi rupiah yang undervalued dalam bentuk investasi. Cara ini berarti Anda menempatkan dana Anda pada lebih dari satu instrumen.

Tidak disarankan untuk menaruh seluruh dana investasi pada mata uang asing (valas). Anda sebaiknya memilih instrumen investasi lain seperti Saham, emas, Reksadana, Obligasi dan sejenisnya.

  • Tingkatkan Insight Secara Berkala

Tingkatkan terus insight dan wawasan Anda secara berkala untuk mengikuti perkembangan geopolitik dan ekonomi global. Hal ini karena pergerakan dolar dipengaruhi oleh sentimen global.

Semakin banyak wawasan yang Anda pahami, maka antisipasi awal terhadap kerugian lebih bisa dilakukan. Sekarang, kondisi rupiah masih berada pada poin Rp17 ribu ke atas terhadap dolar AS.

Memang bukan kondisi yang baik. Maka dari itu, penting bagi setiap stakeholders ekonomi makro dan mikro bekerja sama untuk menstabilkan kondisi rupiah saat ini. 

  • Pahami Risiko

Terakhir, pahami risiko berinvestasi valas sebelum memilihnya karena risiko fluktuasi nilai tukar pasti terjadi. Oleh karena itu, investasi valas tidak disarankan untuk dijadikan dana darurat jangka pendek.

Jika Anda memiliki tujuan investasi jangka pendek, pilih instrumen investasi lain yang mampu mendukung kestabilan investasi Anda.

Menjaga Stabilitas Finansial di Tengah Dinamika Nilai Rupiah 

Kondisi rupiah yang undervalued dapat dipahami secara lebih proporsional sebagai bagian dari dinamika ekonomi yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sentimen pasar, arah kebijakan moneter, hingga perubahan kondisi global.

Situasi seperti ini juga menjadi pengingat pentingnya memiliki strategi keuangan yang lebih adaptif, terutama bagi nasabah yang memiliki kebutuhan transaksi dalam mata uang asing. Salah satu langkah yang dapat mulai diterapkan adalah memilih rekening valas yang mendukung pengelolaan berbagai kebutuhan mata uang asing, seperti Rekening Valas dari DBS Treasures.

Melalui Rekening Valas DBS Treasures, nasabah dapat mengelola 10 mata uang, yaitu USD, AUD, NZD, CAD, CHF, EUR, JPY, GBP, CNH, dan HKD, hanya dalam 1 rekening. Dukungan fitur Real Time FX Transfers juga memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi valas secara lebih praktis dan responsif sesuai kebutuhan, terutama saat nasabah perlu mengelola dana lintas mata uang di tengah pergerakan nilai tukar.

Selain fleksibilitas transaksi, bebas biaya administrasi rekening dan biaya konversi menjadi nilai tambah dalam menjaga efisiensi pengelolaan valas. Akses melalui aplikasi DBS digibank juga membuat pengelolaan Rekening Valas semakin mudah dilakukan secara digital, kapan saja dan di mana saja.

Di tengah dinamika rupiah dan perubahan ekonomi global, pengelolaan valas dapat menjadi bagian dari strategi finansial yang lebih terarah. Dengan dukungan Rekening Valas DBS Treasures dan fitur real time FX transfers, kesiapan menghadapi perubahan nilai tukar dapat dibangun secara lebih praktis, terukur, dan berkelanjutan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...