Purbaya Raih Pendanaan US$ 17 Miliar dari AIIB Tiongkok

Image title
19 Juni 2026, 12:03
Purbaya, AIIB, pendanaan
Dok. Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa berjabat tangan dengan President and Chairs of the Board Directors of AIIB Zou Jiayi, usai pertemuan bilateral di Beijing, Tiongkok, pada Kamis (18/6).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meraih komitmen pendanaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) senilai US$ 17 miliar (Rp 313,1 triliun, kurs Rp 17.830 per US$) untuk mendukung pembangunan Indonesia. Komitmen ini merupakan hasil pertemuan bilateral Menkeu Purbaya dengan pemimpin AIIB di Beijing, Cina.

“Yang paling penting adalah kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar US$ 17 miliar untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara tahun 2025 sampai 2029. Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6).

Purbaya mengatakan komitmen tersebut merupakan bagian dari kesinambungan kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan AIIB dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Selain memastikan dukungan pembiayaan, pertemuan tersebut juga menghasilkan perkembangan positif terkait rencana AIIB membuka kantor perwakilan di Jakarta. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan strategis kedua pihak dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia.

“AIIB juga berminat untuk membangun semacam kantor cabang di Jakarta. Kita tentu menyambut baik niat tersebut dan saya berharap pada Juni tahun depan kantornya sudah berdiri,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, AIIB menegaskan pandangan positifnya terhadap kondisi fiskal Indonesia. Menurut Purbaya, lembaga tersebut tetap menaruh keyakinan besar terhadap kemampuan pemerintah Indonesia menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendorong pembangunan.

“Mereka tidak ada masalah dengan fiskal Indonesia. Mereka yakin dengan kredibilitas dan kreativitas fiskal kita,” ujar Purbaya.

Panda Bond

Sebelumnya, Purbaya juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Lan Fo'an. Pertemuan itu antara lain membahas dukungan Cina untuk penerbitan Panda Bond Indonesia.

“Utamanya, saya minta Kementerian Keuangan Cina untuk ikut mendukung penerbitan Panda Bond di Cina. Rupanya Kementerian Keuangan Cina itu penguasa banyak BUMN, termasuk CITIC dan lain-lain yang punya dana besar sehingga dukungan dari Kementerian Keuangan Cina amat penting untuk kesuksesan penerbitan Panda Bond,” ujar Purbaya.

Panda Bond adalah instrumen surat utang atau obligasi yang diterbitkan oleh entitas asing seperti pemerintah negara lain atau perusahaan multinasional di pasar domestik Tiongkok, dan didenominasikan dalam mata uang lokal yaitu Yuan atau Renminbi (RMB).

Menkeu Purbaya mengatakan proses penerbitan Panda Bond akan segera dimulai dalam waktu dekat setelah merampungkan komunikasi dengan para investor. Pemerintah menargetkan penerbitan Panda Bond ini setidaknya bisa meraup dana US$ 1 miliar atau Rp 17,83 triliun.

"Kita masih komunikasi dengan investor sekarang dan besok. Minggu depan kita akan mulai proses penerbitan Panda Bond," ujarnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...